• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Advetorial
  • Artikel
  • Berita Daerah
    • Batanghari
    • Bute
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Muaro Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Sungai Penuh
    • Sarko
    • Tanjab
  • BERITA TERPOPULER
  • EDITORIAL
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • LAINNYA
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Milenial
    • Politik
    • Otomotif
    • Sastra & Budaya
    • Teknologi
    • Wisata Kita
    • Opini
    • Uncategorized
    • Video Viral
Minggu, September 27, 2026
signalberita.com
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
No Result
View All Result
signalberita.com
No Result
View All Result

Sejarah Matarip Diserang Belanda Saat Shalat Magrib dan Peperangan Banjar

Redaksi SB by Redaksi SB
29 Agustus 2025
0
Sejarah Matarip Diserang Belanda Saat Shalat Magrib dan Peperangan Banjar

Ilustasi

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Sejarah Matarip Diserang Belanda Saat Shalat Magrib dan Peperangan Banjar

Sebelum pecahnya perang Banjar Barito (1859-1906), di Marabahan telah di diri kan sebuah benteng Belanda, dengan komandannya bernama Letnan Hausler, yang di angkat pada 1 Januari 1849, Haji Matarip (Muhammad Arif), seorang tokoh masyarakat, saat itu di kenal sebagai seorang tokoh dan pedagang yang kaya.

Orang-orang yang iri bersama kaki tangan Belanda kemudian membisikkan kepada Hausler bahwa Haji Matarip adalah seorang yang berbahaya karena ia dekat dengan Sultan Adam di Martapura dan sering menemui Sultan di istananya di Martapura. Haji Matarip yang taat beragama di katakan anti Belanda.

Merasa kuat, Letnan Hausler pada 13 Januari 1849 melakukan penyerangan ke rumah Haji Matarip, saat sedang shalat Maghrib berjamaah di rumahnya, Letnan Hausler langsung menyerbu dan menebasnya dengan pedang, namun tetap begeming, beliau tetap khusyu’ dalam shalat dan wiridnya Hanya anaknya yang bernama Matali langsung mengambil mandau dan menebaskan ke tubuh Hausler sehingga jatuh dan Terpental tetapi tidak luka, karena Hausler memakai baju Besi Ketika itu terjadi perkelahian seru di sekitar rumah Haji Matarip.

BacaJuga

Masyarakat Tak Perlu Susah Antre, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri

PDI Perjuangan Akan Pasang Bendera Setengah Tiang Atas Wafat Guruh Soekarno Putra 

Haji Matarip Di serang sedang Shalat

Begitu Haji Matarip selesai wirid dan doanya, barulah ia bangkit, di ambilnya badik jambia di atas sajadah yang di- dudukinya, kemudian di lemparkan kepada anaknya Matali (Muhammad Ali), sambil memerintahkan agar badik itu dí tusukkan ke ketiak Hausler, jangan ke bagian tubuh lain. Matali berhasil menusuk Letnan Hausler, sehingga ia terluka parah sambil meraung keras, akhirnya tewas di tempat. Malam hari itu juga mayat Hausler di tenggelamkan di sungai Barito di depan Masjid al-Anwar, di sertai pemberat dari besi dan kayu ulin agar tidak mengapung.

Peristiwa itu langsung membuat gempar pemerintah dan tentara Belanda, baik di Marabahan maupun Banjarmasin. Menyadari akan adanya aksi balas dendam dari Belanda, Matarip sekeluarga langsung mengungsi ke Sungai Kuatik di seberang Kota Bakumpai. Besoknya, rumah Haji Matarip habis di bakar oleh Belanda. Sementara beberapa harta berharga sempat diselamatkan oleh Haji Matarip.

Di Sungai Kuatik Haji Matarip dan pengikutnya membangun benteng, beberapa rumah di beri pagar tinggi dari kayu ulin dan ilayung, di lengkapi senjata seperti mandau, tombak, keris, badik, sumpitan, juga senjata api dan mesiu yang di beli secara sembunyi-sembunyi.

Selanjutnya berdatanganlah para simpatisan yang ingin ikut berjuang, dari kalangan suku Dayak Barito Hulu dan dari masyarakat Banjarmasin. Ternyata benteng ini tidak pernah lagi di serang oleh Belanda, karena mereka menyadari risiko yang akan di tanggung.

Sejak peristiwa itu kehidupan Haji Matarip terus merosot, karena perdagangan tidak lagi dapat di lakukan secara normal, dan banyak orang takut berhubungan dagang dengan beliau, takut di anggap bersekongkol untuk melawan Belanda.

Haji Matarip Pindah ke Hulu Sungai Barito

Akhirnya keluarga ini memutuskan berpindah ke hulu Sungai Barito, di ikuti banyak pengikutnya, di antaranya Panglima Tandum Patianum dari Suku Dayak Siang. Setelah lebih seminggu di perjalanan, mereka akhirnya tiba di kampung Mangkahui,

hulu Kota Puruk Cahu (ibukota Kebupatian Murung Raya sekarang), yang kala itu baru di huni sedikit keluarga dari Dayak Murung dan Dayak Siang.

Kedatangan mereka di terima dengan suka cita oleh masyarakat setempat, karena masih ada hubungan kekeluargaan, sesama turunan Ngabehi Lada, seorang penggawa Sultan Banjar yang menyingkir ke sana.

Haji Matarip wafat

kemudian jenazahnya di bawa untuk di makamkan di Bakumpai (Marabahan). Perjuangan keluarga ini kemudian di pimpin oleh putranya Haji Matamin (Muhammad Amin), bersama saudaranya Matali (Muhammad Ali).

Mereka merekrut banyak pemuda pejuang dari Suku Dayak Murung, Dayak Siang, Dayak Bawu Malungai, Dayak Lawangan, dan Dayak Maanyan. Mereka di latih bela diri dan latihan berperang, baik dengan tangan kosong maupun menggunakan senjata tradisional dan semi modern saat itu seperti senapan. Bagi yang beragama Islam di berikan bimbingan agama.

Peperangan Banjar Pecah

Menurut Amri Rasyidi, ketika pecah perang Banjar, mereka semua terlibat aktif dalam berbagai pertempuran. Ketika Sultan Hidayatulah II di buang Belanda, para pejuang, rakyat dan kepala suku kemudian menobatkan Pangeran Antasari sebagai Sultan.

Perjuangan beliau di bantu oleh Matamin, Matali, Temenggung Surapati, Trmenggung Tandum Patianum, Temenggung Silam dan Temenggung Suta Ono (Silam dan Suta Ono belakangan memihak Belanda),

Dari daerah Teweh ini para pejuang yang di pimpin Pangeran Antasari dan dua bersaudara Matamin dan Matali mengatur siasat untuk mengalahkan Belanda. Matali mengusulkan kepada Pangeran Antasari, agar seorang pengikutnya yaitu TemenggungbSurapati di jadikan sebagai juru runding, sebab ia cerdik dan pandai berbicara dan orang kepercayaan jauh sebelum perang Banjar meletus.

Kepada Surapati di nasihati oleh Kiai Masdipati agar dalam perundingan pura-pura ikut Belanda dan jangan sampai mau di ajak mabuk-mabukan. Dalam perundingan, Surapati menyatakan kesediaannya ikut Belanda dan berjanji menyerahkan Antasari kepada Belanda.

Merasa sukses dengan hasil perundingan, tentara Belanda di kapal Onrust mengadakan pesta pora, makan-makan enak dan minum minuman keras,Saat tentara Belanda terlena itulah pasukan pejuang membantai habis tentara Belanda, termasuk komandannya Letnan Bangert dan Van der Velde. Sebagaimana di ceritakan terdahulu, Kapal Onrust di tenggelamkan pada 26 Desember 1859, dan peristiwa ini menjadi kekalahan terbesar, yang sangat merugikan dan memalukan Belanda.

Antasari Wafat

Setelah Pangeran Antasari wafat karena sakit pada Oktober 1862, Belanda mengira Kesultanan Banjar dan perlawanan sudah habis. Ternyata setelah 28 hari masa berkabung, para pejuang yang menjadi pengikut Antasari pada 11 November 1862 mengangkat putranya Gusti Mat Seman / Gusti Muhammad Seman

Sebagai Sultan Banjar. Perjuangan di bawah kepemimpinan Muhammad Seman ternyata tetap kuat. Terbukti beliau mampu berkuasa dan bertahan hingga wafatnya 43 tahun kemudian.

Tokoh berpengaruh di belakang Pangeran Antasari dan Sultan Muhammad Seman adalah Kyai Di pati Jaya Raja, yang di mata Belanda

identik dengan Surapati, karena Belanda tidak begitu detil mengetahui nama-nama pimpinan perjuangan, dan tokoh pejuang pun tidak terlalu ingin di kenal supaya tidak mudah di tangkap Belanda.

Tetapi sebenarnya orang itu adalah Masdipati, yang keturunannya di Banjarmasin memiliki stempel bertulisankan nama beliau dalam tulisan Arab Melayu. Di masa Pangeran Antasari, Matali bergelar Masdipati atau Kyai Dipati Jaya Raja.***

Tags: Banjar BaritoBelandaMatarip
Previous Post

Dilantik Ketua Yayasan, Dona Elvia Desi Resmi Jabat STIE SAK Sungai Penuh

Next Post

Hore..SK PPPK kota Sungai Penuh Segera Diserahkan, Lihat Jadwalnya

Related Posts

Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri
Nasional

Masyarakat Tak Perlu Susah Antre, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri

by Redaksi SB
26 September 2026
0

JAKARTA, Signalberita.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengembangkan digitalisasi pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Salah satu inovasi...

Read more
PDI Perjuangan Akan Pasang Bendera Setengah Tiang

PDI Perjuangan Akan Pasang Bendera Setengah Tiang Atas Wafat Guruh Soekarno Putra 

26 September 2026
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di Kebut

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di Kebut, Ditargetkan Ketok Palu 8 Oktober 2026

26 September 2026
Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia

Kabar Duka! Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia

26 September 2026
Cegah Masalah Karhutla, Prabowo Bentuk BPGMN

Cegah Masalah Karhutla, Prabowo Bentuk BPGMN, Ini Jadi Fokusnya

25 September 2026
signalberita.com

Media online yang menyajikan berita terupdate, fokus mengabarkan berita Politik, Nasional, Ekslusif, Hukrim, Sosial Budaya dan berita terpopuler lainnya.

Follow Us

Kecamatan Depati VII

Berita Terbaru

Wako Alfin Warning Kontraktor Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh

Wako Alfin Warning Kontraktor Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh untuk Percepatan Pengerjaan 

27 September 2026
Cara Pemula Memasuki Tikungan

Cara Pemula Memasuki Tikungan, Ini Teknik yang Perlu Diperhatikan

26 September 2026

Kategori Populer

  • Advetorial
  • Artikel
  • Batanghari
  • Berita Daerah
  • BERITA TERPOPULER
  • Bute
  • EDITORIAL
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Kerinci
  • Kesehatan
  • Kota Jambi
  • LAINNYA
  • Milenial
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Provinsi Jambi
  • Sarko
  • Sastra & Budaya
  • Sungai Penuh
  • Tanjab
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Video Viral
  • Wisata Kita

BERITA TERBARU

Wako Alfin Warning Kontraktor Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh

Wako Alfin Warning Kontraktor Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh untuk Percepatan Pengerjaan 

27 September 2026
Cara Pemula Memasuki Tikungan

Cara Pemula Memasuki Tikungan, Ini Teknik yang Perlu Diperhatikan

26 September 2026
Habiskan Anggaran Hingga Rp812 Juta

Habiskan Anggaran Hingga Rp812 Juta, Bimtek BPD Sungai Penuh Dinilai Pemborosan 

26 September 2026
Pembangunan jalan Tol Palembang - Betung

Pembangunan jalan Tol Palembang – Betung Terus Di kebut, Progres Mencapai 87 Persen

26 September 2026
Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri

Masyarakat Tak Perlu Susah Antre, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri

26 September 2026
PDI Perjuangan Akan Pasang Bendera Setengah Tiang

PDI Perjuangan Akan Pasang Bendera Setengah Tiang Atas Wafat Guruh Soekarno Putra 

26 September 2026
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Advetorial
  • Artikel
  • Berita Daerah
  • BERITA TERPOPULER
  • EDITORIAL
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • LAINNYA

Copyright © 2023 www.signalberita.com

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi

Copyright © 2023 www.signalberita.com