SUNGAIPENUH, SB – Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) tingkat kota Sungai Penuh, menyisakan kabar yang tidak enak.
Hal ini lantaran muncul isu dugaan pungutan liar (Pungli) oleh panitia Muscab terhadap sejumlah kades.
Informasi yang di peroleh dari sumber terpercaya, seluruh Kades di minta patungan Rp 500 Per desa Untuk kegiatan Muscab, dengan total jumlah dugaan uang Pungli tersebut mencapai Rp 32 juta.
Data yang di himpun, menjelang Muscab Apdesi Sungai Penuh, setiap Kades harus membayar Rp 500 ribu, sedangkan di Kota Sungai Penuh ada 65 Desa. Dana terkumpul mencapai Rp 32 juta.
Dasar pungutan uang untuk pemilihan Ketua APDESI itu hanya kesepakatan panitia yang di nilai tidak jelas pertanggung jawabannya.
“kami bayar uang 500 ribu per kades, katanya untuk kebutuhan Muscab,” ungkap salah seorang kades di Kota Sungai Penuh.
Sementara menurut Kades dana sebesar itu belum jelas kegunaan dan pertanggungjawaban. Sehingga menimbulkan kekecewaan bagi Kades.
Kabar Dugaan Pungli Ini mendapat sorotan dari warga kota Sungai Penuh, karena di nilai tindakan yang di lakukan panitia Muscab tersebut tidak memberikan contoh yang baik.
“Seharusnya Panitia tidak membebani desa untuk membayar kegiatan Muscab APDESI itu, apalagi saat ini sedang tengah Efesiensi anggaran,”ungkap Fardi salah seorang warga Sungai Penuh.
Bahkan dia meminta kepada pihak yang berwajib untuk menindak lanjuti dugaan tindakan Pungli tersebut. “Kalau yang namanya pungli tetap melanggar hukum, APH harus bertindak,”ucapnya.
Sementara itu Indra Jaya Kades Pondok Agung yang menjabat sebagai Ketua Panitia Muscab APDESI Kota Sungai Penuh saat Muscab belum ada jawaban hingga berita ini di publis. (Fra)









