JAKARTA, Signalberita.com – Regulasi baru resmi di umumkan oleh Komisi Grand Prix dalam dunia MotoGP. Kebijakan aturan ini di sepakati oleh FIM, Dorna, dan MSMA dengan tujuan meningkatkan aspek keselamatan sekaligus menjaga persaingan tetap adil di lintasan.
Perubahan aturan ini mencakup tiga aspek utama, mulai dari pelarangan teknologi tertentu, penyesuaian grid start, hingga pembatasan jumlah motor di lintasan balap.
1. Holeshot Device Resmi Di larang
Salah satu perubahan paling signifikan adalah pelarangan front ride height device atau holeshot device yang selama ini di gunakan untuk menurunkan posisi motor saat start. Teknologi tersebut akan resmi dihapus mulai gelaran MotoGP Belanda.
Keputusan ini di ambil setelah diskusi panjang antara penyelenggara dan tim peserta. Para pembalap juga di beri masa adaptasi melalui sesi practice start agar bisa kembali ke teknik start konvensional.
Dengan aturan baru ini, start balapan di harapkan kembali menonjolkan kemampuan dan refleks pembalap, bukan lagi bergantung pada teknologi penurun suspensi.
2. Grid Start Di perlebar Demi Keamanan
Regulasi berikutnya adalah perubahan pada tata letak starting grid yang akan diperlebar mulai MotoGP Jerman 2026. Langkah ini di ambil untuk meningkatkan faktor keselamatan saat balapan di mulai, terutama pada tikungan pertama yang sering terjadi kepadatan motor.
Dengan jarak yang lebih renggang, risiko insiden di awal lomba di harapkan bisa berkurang secara signifikan.
3. Pembatasan Jumlah Motor di Lintasan
Selain itu, komisi juga berencana membatasi jumlah motor yang boleh turun ke lintasan dalam satu sesi. Kebijakan ini bertujuan menciptakan kondisi balap yang lebih tertib, aman, serta mengurangi kepadatan di trek.
Kesimpulan
Serangkaian aturan baru ini menandai era baru MotoGP yang lebih menekankan keselamatan dan keseimbangan kompetisi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi tertentu yang di nilai terlalu dominan.(*)












