JAKARTA, Signalberita.com – Bupati Kerinci Monadi, terpilih sebagai salah satu dari 25 kepala daerah di Indonesia yang mengikuti Kursus Pemantapan Pemimpin Daerah (KPPD) Tahun 2026 yang di selenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Keikutsertaan Monadi dalam program tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas kepemimpinannya sekaligus membuka peluang memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kerinci dan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan daerah.
KPPD Lemhannas RI merupakan program pendidikan kepemimpinan yang di tujukan untuk meningkatkan kemampuan para kepala daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan. Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai kepemimpinan strategis, geopolitik, geoekonomi, ketahanan nasional, transformasi birokrasi, hingga tata kelola pemerintahan modern.
Selain memperluas wawasan kebangsaan, para peserta juga di dorong meningkatkan kemampuan menyusun kebijakan yang adaptif terhadap dinamika pembangunan di daerah masing-masing.
Perkuat Kapasitas Kepemimpinan
Perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi, serta dinamika geopolitik menjadi tantangan yang harus di hadapi pemerintah daerah. Melalui KPPD, Lemhannas RI membekali para kepala daerah dengan kemampuan mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan strategis.
Bupati Monadi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam strategi pembangunan yang dapat di terapkan di Kabupaten Kerinci. Ia juga berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan kepala daerah dari berbagai provinsi sebagai upaya mencari inovasi yang dapat diterapkan di daerah.
Dorong Tata Kelola Pemerintahan
Keikutsertaan dalam KPPD juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan.
Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas aparatur, pelayanan yang transparan, serta penerapan sistem pemerintahan yang lebih profesional agar pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selaraskan Program dengan Indonesia Emas 2045
Salah satu fokus pembelajaran dalam KPPD 2026 adalah sinkronisasi program pembangunan daerah dengan visi Indonesia Emas 2045.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah di harapkan mampu menyelaraskan kebijakan lokal dengan program nasional sehingga dapat meningkatkan daya saing daerah, memperkuat perekonomian masyarakat, serta menarik investasi.
Kabupaten Kerinci di nilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM yang dapat terus di kembangkan melalui kebijakan pembangunan yang terintegrasi.
Fokus pada Investasi dan Kolaborasi
Dalam berbagai sesi pelatihan, Lemhannas RI juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat melalui kepastian hukum, kemudahan perizinan, dan stabilitas kebijakan.
Kabupaten Kerinci memiliki peluang besar menarik investasi di sektor pertanian, energi, perkebunan, dan pariwisata yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Monadi menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci percepatan pembangunan.
Optimistis Bawa Dampak Positif
Keikutsertaan Monadi dalam KPPD Lemhannas RI 2026 di harapkan membawa pengalaman, wawasan, serta jejaring yang dapat mendukung pembangunan Kabupaten Kerinci.
Pemerintah Kabupaten Kerinci optimistis berbagai inovasi yang di peroleh selama mengikuti program tersebut akan memperkuat kualitas kepemimpinan, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan menuju daerah yang lebih maju, kompetitif, dan sejahtera.(*)











