JAMBI, Signalberita.com — Kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi kembali berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Pada Jumat (2/10/2026), sedikitnya sembilan penerbangan mengalami gangguan akibat perubahan jarak pandang di sekitar bandara.
Gangguan terjadi dalam berbagai bentuk. Sejumlah penerbangan mengalami penundaan, sementara beberapa pesawat yang hendak mendarat harus mengubah rencana. Ada pesawat yang dialihkan ke bandara lain, ada pula yang memilih kembali ke bandara asal.
Salah satu penerbangan yang terdampak adalah Citilink QG 960 dari Jakarta. Pesawat yang diperkirakan tiba di Jambi sekitar pukul 13.20 WIB tersebut tidak dapat melanjutkan pendaratan dan akhirnya dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
Sementara itu, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta, yakni GA 126 dan GA 128, juga tidak jadi mendarat di Bandara Sultan Thaha. Kedua pesawat memutuskan kembali ke Jakarta atau melakukan Return to Base (RTB).
Di tengah kondisi tersebut, dua penerbangan lainnya sempat menunggu di udara sebelum akhirnya berhasil mendarat.
Batik Air ID 6804 dari Jakarta yang diperkirakan tiba sekitar pukul 15.10 WIB sempat melakukan holding. Pesawat kemudian berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha pada pukul 15.18 WIB.
Hal serupa dialami Super Air Jet IU 840 dari Jakarta. Pesawat tersebut juga sempat menunggu di udara sebelum akhirnya mendarat pada pukul 15.29 WIB.
Dua Penerbangan Berangkat pada Pagi Hari
Meski kondisi kabut asap memengaruhi aktivitas penerbangan, sejumlah pesawat masih dapat beroperasi ketika jarak pandang memenuhi persyaratan keselamatan.
Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta tercatat berangkat pada pukul 06.00 WIB. Saat itu, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha berada di kisaran 1.000 meter.
Kemudian, Super Air Jet IU 377 dengan tujuan Yogyakarta berangkat pada pukul 09.40 WIB ketika jarak pandang tercatat sekitar 1.500 meter.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasional penerbangan masih memungkinkan dilakukan pada waktu tertentu. Namun, perubahan jarak pandang sepanjang hari membuat keputusan penerbangan harus terus disesuaikan dengan kondisi aktual.
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, mengatakan operasional penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan aspek keselamatan.
Manajemen bandara bersama maskapai juga terus melakukan koordinasi untuk menangani penerbangan serta penumpang yang terdampak.
Jarak Pandang Berubah-ubah
Data operasional Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang mengalami fluktuasi sejak pagi hingga sore.
Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB.
Namun, kondisi kembali berubah. Pada pukul 08.00 WIB jarak pandang turun menjadi 1.300 meter, sebelum naik lagi menjadi 1.500 meter pada pukul 09.00 WIB.
Memasuki pukul 10.00 WIB, jarak pandang kembali berkurang menjadi 1.100 meter. Satu jam kemudian meningkat menjadi 1.800 meter dan mencapai 1.900 meter pada pukul 12.00 WIB.
Setelah itu, jarak pandang kembali menurun menjadi 1.600 meter pada pukul 13.00 WIB dan 1.500 meter pada pukul 14.00 WIB. Angka tersebut masih bertahan hingga pukul 15.00 WIB.
Perubahan jarak pandang tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan apakah pesawat dapat lepas landas maupun mendarat.
Empat Penerbangan dari Jambi Mengalami Penundaan
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan pesawat yang hendak menuju Jambi. Sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Thaha juga mengalami perubahan jadwal keberangkatan.
Empat penerbangan tercatat mengalami penundaan, yakni Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta, Citilink QG 961 tujuan Jakarta, serta Garuda Indonesia GA 126 dan GA 128 yang juga melayani rute menuju Jakarta.
Penundaan tersebut tentu dapat memengaruhi perjalanan penumpang, terutama mereka yang memiliki penerbangan lanjutan atau agenda lain setelah tiba di kota tujuan.
Karena itu, penumpang disarankan memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai maupun pengumuman di terminal bandara.
Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Manajemen Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dalam menangani penumpang yang terkena dampak gangguan penerbangan.
Perubahan operasional dapat berbeda antara satu penerbangan dengan penerbangan lainnya karena keputusan turut mempertimbangkan kondisi pesawat, rute, cuaca, jarak pandang, serta aspek keselamatan.
Bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan, kembali ke bandara asal, ditunda, atau mengalami perubahan lainnya, disarankan segera menghubungi maskapai untuk mendapatkan informasi mengenai perjalanan berikutnya.
Penumpang juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172 untuk memperoleh informasi terkait layanan bandara.
Di tengah kondisi kabut asap, penumpang yang akan melakukan perjalanan dari maupun menuju Jambi sebaiknya memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Selain itu, pastikan nomor telepon dan alamat email yang digunakan saat pemesanan tiket tetap aktif agar tidak melewatkan pemberitahuan dari maskapai.
Penumpang juga perlu menyiapkan kemungkinan perubahan jadwal, terutama apabila memiliki penerbangan lanjutan atau agenda penting setelah tiba di tujuan.
Gangguan terhadap sembilan penerbangan di Bandara Sultan Thaha menjadi gambaran bahwa kondisi kabut asap dapat memberikan dampak langsung terhadap transportasi udara.
Pada Jumat (2/10/2026), Citilink QG 960 dialihkan ke Palembang, sedangkan Garuda Indonesia GA 126 dan GA 128 kembali ke Jakarta. Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 840 sempat menunggu di udara sebelum akhirnya mendarat di Jambi.
Sementara dari sisi keberangkatan, empat penerbangan mengalami penundaan.
Dengan kondisi jarak pandang yang masih dapat berubah sewaktu-waktu, penumpang diimbau mengikuti informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara. Keputusan terkait penerbangan pada akhirnya tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.(*)




















