Signalberita.com – Pemilik kendaraan perlu memahami bahwa tidak semua komponen mobil memiliki usia pakai yang sama. Sejumlah komponen tergolong fast moving parts, yakni suku cadang yang lebih cepat mengalami keausan karena terus bekerja selama mobil digunakan.
Salah satu komponen yang paling sering mengalami keausan adalah kampas rem. Intensitas pemakaian kendaraan, terutama di kawasan perkotaan dengan kondisi lalu lintas padat, membuat kampas rem bekerja lebih keras sehingga masa pakainya menjadi lebih singkat.
Rony Rahman, pemilik Bengkel Berkah Motor di Sentra Otomotif Cibubur Point, Depok, menjelaskan bahwa kebiasaan berkendara sangat memengaruhi usia kampas rem.
“Mobil yang lebih sering digunakan di jalanan macet membuat kampas rem lebih cepat habis karena sistem pengereman terus bekerja,” ujarnya.
Filter Udara dan Filter AC Juga Perlu Perhatian
Selain kampas rem, pemilik kendaraan juga disarankan rutin memeriksa kondisi filter udara mesin dan filter AC kabin. Kedua komponen tersebut memiliki fungsi penting dalam menjaga performa mesin sekaligus kenyamanan selama berkendara.
Filter udara bertugas menyaring debu dan kotoran sebelum masuk ke ruang pembakaran. Jika kondisinya terlalu kotor, suplai udara menjadi terganggu sehingga pembakaran tidak lagi optimal.
Sementara itu, filter AC kabin berfungsi menyaring debu, polusi, dan partikel lain sebelum udara masuk ke dalam kabin. Apabila dibiarkan terlalu kotor, kualitas udara di dalam mobil menurun dan kinerja pendingin menjadi kurang maksimal.
Busi Jangan Menunggu Rusak
Komponen lain yang juga memiliki umur pakai terbatas adalah busi. Perangkat ini berperan menghasilkan percikan api untuk proses pembakaran di dalam mesin. Seiring penggunaan, performa busi akan menurun sehingga dapat memengaruhi tenaga mesin, konsumsi bahan bakar, hingga kemudahan saat menghidupkan kendaraan.
Karena itu, penggantian komponen-komponen tersebut sebaiknya mengikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan. Menunda penggantian hingga kondisinya rusak parah dapat berdampak pada performa kendaraan sekaligus meningkatkan biaya perbaikan di kemudian hari.(*)











