JAMBI, Signalberita.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk membangun jalan layang atau flyover yang menghubungkan wilayah Sungai Penuh dengan kawasan perbatasan Jambi-Sumatera Barat hingga Tapan.
Dukungan tersebut di sampaikan dalam audiensi yang membahas peningkatan konektivitas jalan dan rencana pembangunan flyover. Pertemuan tersebut melibatkan DPRD Provinsi Jambi, Pemkot Sungai Penuh, Pemprov Jambi serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi.
Pemprov Fokus pada Tahap Perencanaan
Asisten I Setda Provinsi Jambi Arief Munandar mengatakan, usulan Pemkot Sungai Penuh saat ini lebih diarahkan pada permintaan dukungan untuk tahap awal perencanaan, terutama penyusunan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan.
“Sekarang kan usulan dari Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk membangun flyover. Pemkot mohon dukungan dari Pemprov ini masalah Feasibility Study (FS) atau studi kelayakannya, perencanaannya,” ujar Arief, Selasa (22/9/2026).
Arief menyebut Pemprov Jambi terlebih dahulu akan menyesuaikan dukungan tersebut dengan ketentuan dan kewenangan pemerintah daerah. Jika secara aturan menjadi bagian dari kewenangan provinsi, Pemprov Jambi membuka ruang untuk memberikan dukungan.
Ia juga menyampaikan bahwa rencana tersebut mendapat dukungan dari anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Kerinci.
“Kita lihat dulu aturannya. Kalau memang diperbolehkan, kenapa tidak? Semua anggota dewan dapil Kerinci mendukung penuh,” katanya.
Pembangunan Fisik Menjadi Kewenangan Pemerintah Pusat
Arief menjelaskan dukungan Pemprov Jambi pada tahap ini tidak mencakup pembangunan fisik flyover. Menurutnya, apabila proyek tersebut memasuki tahap konstruksi, pelaksanaannya berada dalam kewenangan pemerintah pusat melalui BPJN.
“Karena kalau pembangunan sudah jelas tidak mungkin provinsi yang membangun, pasti dari BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional),” tegasnya.
Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, pemerintah akan membentuk tim yang bertugas menampung berbagai masukan sekaligus membahas tahapan lanjutan pembangunan flyover.
Diharapkan Pangkas Waktu Tempuh
Rencana pembangunan flyover tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan konektivitas transportasi antara Sungai Penuh dan wilayah Tapan, Sumatera Barat.
Arief menyebut jarak menuju Tapan sekitar 36,5 kilometer. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat mendukung efisiensi perjalanan masyarakat yang melintas antardaerah.
“Memang bisa mempersingkat, itu cuma 36,5 kilometer ke Tapan. Tiga atau empat jam itu ke Sumatera Barat,” pungkasnya.(Tim)




















