KERINCI, SIGNALBERITA.COM – Pengerjaan proyek irigasi dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di kabupaten Kerinci terus menuai sorotan. Kali ini Proyek yang berada di Desa Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci.
Sorotan mulai dari Pekerjaan yang di nilai tidak transparan dan sarat dugaan penyimpangan sejak awal pengerjaan.
Pantauan lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan konstruksi yang mencolok. Pasangan batu hanya terpasang pada satu sisi saluran, sementara sisi lainnya memanfaatkan dinding jalan usaha tani yang sudah ada. Pola ini berbeda dari standar proyek P3-TGAI yang umumnya membangun pasangan batu di kedua sisi untuk menjamin kekuatan dan kestabilan saluran.
Selain itu, pemasangan batu di duga di lakukan tanpa galian pondasi yang memadai. Bagian dasar saluran terlihat hanya di lapisi adukan semen tipis, sehingga menimbulkan keraguan mengenai ketahanan struktur ketika debit air meningkat.
“Pembangunan Proyek P3-TGAI di Semerah tidak hanya di bangun Sebelah saja, galian Pondasinya pun dangkal di khawatirkan mudah roboh,”ungkapnya salah seorang warga.
Material yang di gunakan pun menuai kritik. Saluran irigasi tampak menggunakan batu kapur dan batu gunung, bukan batu kali yang memiliki kekuatan lebih baik untuk konstruksi bertekanan air. Material tersebut umumnya lebih rapuh dan memiliki daya rekat rendah, sehingga rentan rusak dalam waktu singkat.
Kualitas adukan semen juga di pertanyakan. Komposisinya di nilai terlalu banyak mengandung pasir, sehingga memperkuat dugaan bahwa pengerjaan di lakukan tanpa pengawasan teknis yang memadai.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari para aktivis setempat. Diki, salah seorang aktivis Kerinci, menyebut proyek ini berpotensi terjadi penyimpangan anggaran.
“Banyak kejanggalan. Dinding pondasi irigasinya hanya di buat sebelah saja, sementara sisi lainnya hanya mengandalkan dinding jalan. Ini jelas tidak sesuai standar. Pengawasan dan konsultan proyek ini patut di pertanyakan,”ungkapnya Diki.
Sejumlah warga Desa Semerah turut mempertanyakan keterbukaan proyek tersebut. Tidak adanya papan informasi membuat publik tidak mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, maupun pelaksana kegiatan.
Hingga berita ini di terbitkan, pihak konsultan pengawas maupun kelompok pelaksana P3-TGAI di Desa Semerah belum memberikan keterangan resmi.(Tim)








