SIGNALBERITA.COM – Federasi Sepak Bola Inggris mendakwa gelandang Rodri setelah ia melontarkan komentar yang dinilai mempertanyakan integritas wasit dalam laga melawan Tottenham Hotspur, awal Februari lalu. Pemain Manchester City itu terancam sanksi larangan bertanding.
Laga di London pada 1 Februari tersebut berakhir imbang 2-2. Namun kontroversi muncul ketika wasit Rob Jones mengesahkan gol pertama Spurs yang dicetak Dominic Solanke. Dalam prosesnya, Solanke dinilai melakukan pelanggaran terhadap Marc Guehi sebelum bola bersarang ke gawang City. Jones menganggap insiden itu sebagai duel wajar.
Keputusan itu memicu reaksi keras kubu City. Rodri, yang berbicara kepada media Australia seusai pertandingan, menyebut keputusan wasit tidak adil dan menyinggung soal netralitas. Ia mengisyaratkan adanya bias terhadap timnya yang dalam beberapa musim terakhir mendominasi kompetisi.
Pernyataan itu berbuntut panjang. FA mendakwa Rodri melanggar aturan E3.1 karena bertindak tidak pantas dan membuat komentar yang menyiratkan bias atau mempertanyakan integritas ofisial pertandingan. Ia diberi waktu hingga 18 Februari untuk memberikan tanggapan.
Sejumlah pelatih papan atas sebelumnya pernah menerima hukuman serupa. Nama-nama seperti Jurgen Klopp, Jose Mourinho, Arsene Wenger, dan Nuno Espirito Santo pernah dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim akibat komentar terhadap wasit.
Kasus ini kembali menegaskan batas tipis antara ekspresi kekecewaan dan pelanggaran disiplin di sepak bola Inggris. Di tengah persaingan ketat papan atas, satu keputusan wasit dapat berbuntut bukan hanya pada hasil pertandingan, tetapi juga pada ruang ganti dan ruang sidang disiplin.***









