SIGNALBERITA.COM — Di tengah ancaman badai cedera dan jadwal padat, Arne Slot justru mengambil risiko. Ia menurunkan mayoritas pemain utama saat Liverpool F.C. menghadapi Brighton & Hove Albion F.C. di putaran keempat FA Cup. Keputusan itu berujung kemenangan 3-0 di Anfield, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB, sekaligus tiket babak 16 besar.
Slot seperti ingin mengirim pesan: Piala FA bukan sekadar selingan.
Gol dicetak Curtis Jones, Dominik Szoboszlai, dan Mohamed Salah. Namun skor telak itu hanya bagian dari cerita yang lebih besar—tentang prioritas.
Liverpool praktis menurunkan skuad terbaik. Hanya dua perubahan dari laga sebelumnya. Bandingkan dengan Brighton yang merotasi sejumlah pemain inti. Pelatih Fabian Hurzeler menyimpan beberapa andalannya, termasuk Kaoru Mitoma. Perbedaan pendekatan itu langsung terasa sejak menit awal.
Slot sebelumnya sempat membuka kemungkinan rotasi besar. Namun ia membatalkan rencana itu. Brighton dianggap terlalu berbahaya untuk diremehkan. Liverpool tak mendapat “lawan ringan” seperti yang dinikmati sejumlah rival di babak ini.
Konteks musim membuat keputusan itu masuk akal. Peluang mempertahankan gelar Liga Inggris menipis. Persaingan zona Liga Champions pun ketat. Maka, Piala FA dan Liga Champions menjadi dua jalur realistis untuk menyelamatkan musim.
“Saya bisa mengatakan Piala FA hampir sama sulitnya dengan Liga Champions. Marjinnya tipis,” ujar Slot selepas laga.
Bukan hanya komposisi pemain yang menarik, tetapi juga penyesuaian taktik. Szoboszlai tak lagi diplot sebagai bek sayap darurat. Slot mengembalikannya ke posisi natural di lini tengah. Peran itu membuat pemain Hongaria tersebut lebih bebas masuk kotak penalti—dan mencetak gol kedua Liverpool lewat kombinasi dengan Salah.
Hingga pertengahan musim, Szoboszlai telah mengoleksi 10 gol dan enam asis di semua kompetisi. Angka yang mempertegas perannya sebagai motor serangan.
Brighton sempat mencoba bangkit dengan memasukkan pemain inti di babak kedua. Namun ketika dua gol sudah bersarang, kepercayaan diri mereka surut. Liverpool justru kian nyaman memainkan skema serangan balik. Penalti Salah memastikan kemenangan.
Hurzeler mengakui perbedaan kualitas menjadi faktor penentu. Brighton memiliki peluang, tetapi gagal memaksimalkannya.
Dengan hasil ini, persaingan babak 16 besar semakin padat. Sejumlah tim papan atas telah lebih dulu lolos. Namun bagi Liverpool, kelolosan ini bukan sekadar formalitas. Ini tentang menjaga harapan—di musim yang mulai menyempitkan pilihan.***









