JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Ramadan kerap diisi dengan aktivitas menonton film saat menunggu waktu berbuka. Namun, kebiasaan mengakses situs streaming ilegal seperti IndoXXI dan LK21 menyimpan risiko serius, mulai dari serangan malware hingga ancaman pidana.
Pakar keamanan siber menilai situs bajakan menjadi salah satu jalur utama penyebaran virus di Indonesia. Iklan pop-up agresif, tombol putar palsu, serta pengalihan halaman otomatis bukan sekadar gangguan, melainkan celah masuk perangkat lunak berbahaya.
Begitu pengguna membuka situs ilegal, perangkat dapat terinfeksi spyware yang memata-matai aktivitas, keylogger yang merekam kata sandi, hingga ransomware yang mengunci data. Bahkan, praktik cryptojacking memungkinkan ponsel dipakai menambang kripto tanpa sepengetahuan pemiliknya, menyebabkan perangkat cepat panas dan melambat.
Selain ancaman digital, risiko hukum juga mengintai. Pengelola maupun pengguna aktif streaming ilegal berpotensi dijerat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana hingga empat tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.
Dampak pembajakan turut dirasakan industri film nasional. Kerugian ditaksir mencapai triliunan rupiah setiap tahun, menghambat keberlanjutan produksi film dan merugikan para sineas.
Karena itu, masyarakat diimbau beralih ke platform streaming legal yang telah memiliki lisensi resmi. Selain lebih aman dari ancaman siber, langkah ini juga mendukung keberlangsungan industri kreatif dalam negeri.***









