KERINCI, SIGNALBERITA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi menuai kritik dari sejumlah warga.
Program yang disebut dikelola oleh Jondriadi Johan itu disorot karena beberapa kali menyajikan menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.
Keluhan warga terutama terkait menu buah-buahan yang dinilai tidak lagi segar. Bahkan pada pekan lalu, seorang warga mengunggah video yang memperlihatkan buah salak dari paket MBG dalam kondisi membusuk.
Dalam video tersebut, warga memperlihatkan kondisi buah yang dinilai sudah tidak layak dimakan.
“Salak ini sudah busuk, coba lihat. Ini menu dari MBG di Siulak,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.
Sejumlah warga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap kualitas menu MBG yang diberikan kepada siswa. Mereka khawatir makanan yang tidak segar atau sudah rusak dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Selain persoalan buah yang tidak segar, warga juga menyoroti harga menu roti dalam paket MBG yang dinilai terlalu mahal.
Dalam paket tersebut disebutkan terdapat dua buah roti dengan nilai sekitar Rp6 ribu, yang memunculkan dugaan adanya penggelembungan harga dalam penyediaan menu program tersebut.
“Dua roti sampai Rp6 ribu. Masa satu roti sampai Rp3 ribu,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini ditulis, Jondriadi Johan yang disebut sebagai pengelola MBG di Siulak belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan juga belum mendapat respons.(Tim)









