SIGNALBERITA.COM – Pergerakan IHSG pada awal pekan diperkirakan akan di pengaruhi oleh sejumlah rilis data penting, seperti inflasi, neraca perdagangan, PMI manufaktur, hingga pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026.
IHSG Terkoreksi di Tengah Tekanan Harga Minyak
Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), IHSG melemah 2,03% ke level 6.956,8, bahkan sempat menyentuh level terendah harian di 6.876 akibat tekanan pasar global.
Ketidakpastian Geopolitik Dorong Kenaikan Harga Minyak
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta ancaman blokade Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang kemudian menambah kekhawatiran pasar.
Inflasi dan Defisit APBN Jadi Sorotan Investor
Kenaikan harga minyak yang berkepanjangan memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN 2026, sehingga menekan sentimen pasar.
Rupiah Ikut Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global
Rupiah di pasar spot turut melemah 0,12% ke level Rp17.346 per dolar AS pada Kamis (30/4/2026), sejalan dengan meningkatnya tekanan eksternal.
Investor Di minta Cermati Data Ekonomi Pekan Depan
Phintraco Sekuritas menilai investor akan fokus pada rilis data ekonomi penting yang dapat menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Strategi Saham: Fokus Selektif di Tengah Volatilitas
KB Valbury Sekuritas menyarankan investor untuk lebih selektif dan fokus pada sejumlah saham pilihan dengan strategi trading yang disiplin, termasuk pengelolaan risiko melalui stop loss.***









