JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Saat ini dalam dunia perbankan deposito kembali menjadi pilihan utama di awal Mei 2026. Kendati di tengah ketidakpastian ekonomi global, instrumen ini di nilai sebagai salah satu investasi paling aman karena menawarkan imbal hasil tetap dan risiko yang relatif rendah.
Stabilnya bunga deposito saat ini tidak lepas dari kebijakan Bank Indonesia yang masih mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Kondisi tersebut membuat perbankan cenderung tidak melakukan perubahan signifikan terhadap bunga simpanan berjangka, sehingga memberikan kepastian bagi nasabah.
Sejumlah bank BUMN seperti BRI, BNI, dan Bank Mandiri tetap menawarkan bunga deposito yang kompetitif, sehingga dapat menjadi pilihan bagi berbagai kalangan, mulai dari investor pemula hingga profesional.
Selain itu, deposito juga memiliki keunggulan dari sisi keamanan karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu. Saat ini, tingkat bunga penjaminan berada di kisaran 3,50 persen, sehingga semakin memperkuat daya tarik instrumen ini.
BRI Tawarkan Bunga Tertinggi
Dari sisi suku bunga, BRI tercatat memberikan penawaran paling tinggi, terutama untuk tenor pendek. Untuk jangka waktu 1 bulan, bunga berada di kisaran 3,25 hingga 3,35 persen. Sementara untuk tenor 3 bulan, bunga dapat mencapai 3,50 persen.
Penawaran tersebut menjadikan BRI sebagai salah satu bank dengan bunga deposito paling menarik di pasar saat ini.
BNI dan Mandiri Menyusul
Sementara itu, BNI menawarkan bunga mulai dari 2,25 persen untuk tenor 1 bulan dan meningkat hingga 2,75 persen pada tenor 6 bulan. Untuk tenor lebih panjang, seperti 12 hingga 24 bulan, bunga cenderung stabil di kisaran 2,50 persen.
Di sisi lain, Bank Mandiri menawarkan bunga sekitar 2,25 persen untuk tenor pendek dan berada di level 2,50 persen untuk tenor 6 hingga 24 bulan. Skema ini cocok bagi nasabah yang mengutamakan kestabilan hasil dalam jangka waktu tertentu.
Tetap Jadi Pilihan Aman di 2026
Dengan kondisi ekonomi global yang masih dinamis, deposito diperkirakan tetap menjadi instrumen favorit sepanjang 2026. Selain memberikan kepastian imbal hasil, deposito juga membantu menjaga stabilitas nilai aset tanpa terpengaruh fluktuasi pasar seperti saham atau kripto.***









