SIGNALBERITA.COM – Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan signifikan dengan menembus level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Lonjakan ini di picu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga emas spot tercatat melonjak 2,93% ke posisi US$ 4.691,05 per ons troi, sementara kontrak berjangka emas AS naik 2,95% menjadi US$ 4.703,1 per ons troi. Penguatan ini juga di dukung oleh pelemahan indeks dolar AS yang turun sekitar 0,4%, sehingga membuat emas lebih menarik bagi investor global.
Analis logam mulia menyebut, meredanya ketegangan geopolitik serta ekspektasi penurunan tekanan inflasi turut memberikan sentimen positif bagi pasar emas. Namun demikian, ketidakpastian global masih membayangi pergerakan harga dalam jangka pendek.
Sentimen Geopolitik dan Minyak Tekan Inflasi
Dari sisi geopolitik, Iran di laporkan tengah mengkaji proposal terbaru dari Amerika Serikat terkait upaya meredakan konflik di kawasan Teluk. Kedua negara disebut sedang menyusun kesepahaman awal, sementara isu strategis seperti program nuklir akan di bahas lebih lanjut.
Kabar tersebut berdampak pada penurunan harga minyak global, dengan minyak mentah Brent turun ke kisaran US$ 100 per barel. Kondisi ini berpotensi menekan inflasi, yang pada akhirnya mengurangi tekanan terhadap kebijakan suku bunga tinggi.
Dalam situasi suku bunga tinggi, emas biasanya kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil. Sebaliknya, ketika tekanan suku bunga mereda, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai kembali meningkat.
Fokus Pasar Beralih ke Data Tenaga Kerja AS
Pelaku pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang di jadwalkan akhir pekan ini. Data tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Sebelumnya, laporan ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta pada April melampaui ekspektasi, menandakan ekonomi AS masih cukup kuat.
Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Tidak hanya emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mencatatkan kenaikan tajam. Harga perak melonjak 6,2% menjadi US$ 77,34 per ons, platinum naik 5,46% ke US$ 2.064,55, dan paladium menguat 3,1% ke level US$ 1.535,6 per ons.
Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen pasar terhadap aset safe haven kembali menguat di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang masih fluktuatif.***









