SIGNALBERITA.COM – Pasar saham Amerika Serikat kembali menunjukkan performa impresif. Indeks-indeks utama di Wall Street di tutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (6/5/2026), didorong optimisme pelaku pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks S&P 500 melonjak 1,46% ke level 7.365,12 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Sementara itu, Nasdaq Composite naik 2,02% menjadi 25.838,94, juga mencatatkan rekor baru. Adapun Dow Jones Industrial Average menguat 612,34 poin atau 1,24% ke posisi 49.910,59.
Sentimen positif di picu laporan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk meredakan konflik, termasuk kemungkinan moratorium pengayaan nuklir. Meski demikian, Donald Trump mengingatkan bahwa kesepakatan tersebut belum pasti dan masih berpotensi gagal.
Ia bahkan memperingatkan bahwa jika negosiasi tidak berhasil, eskalasi konflik bisa kembali meningkat secara signifikan.
Harga Minyak Turun Tajam
Optimisme terhadap perdamaian turut menekan harga minyak dunia. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 7,03% ke level US$95,08 per barel, sementara Brent merosot 7,83% menjadi US$101,27 per barel.
Menurut Direktur Investasi U.S. Bank Asset Management Group, Bill Northey, meredanya ketegangan geopolitik—terutama jika jalur strategis seperti Selat Hormuz kembali normal—dapat mengurangi risiko terhadap ekonomi global.
“Kondisi ini berpotensi mempercepat pemulihan pasar saham, terutama di kawasan yang sensitif terhadap gangguan ekonomi seperti Asia Tenggara dan Eropa,” ujarnya.
Saham Teknologi Jadi Motor Penguatan
Dari sisi sektoral, saham teknologi khususnya semikonduktor menjadi pendorong utama reli pasar. Saham Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 18,6% setelah merilis proyeksi kinerja kuartal II yang optimistis dan melampaui ekspektasi pasar.
Kenaikan tersebut turut mengangkat sektor chip secara keseluruhan. ETF semikonduktor VanEck (SMH) naik 5%, sementara saham Intel juga menguat 4,5%.
Penguatan ini melanjutkan tren positif Wall Street dalam beberapa sesi terakhir, yang di topang oleh kinerja emiten yang solid serta meredanya ketegangan geopolitik global.***









