SIGNALBERITA.COM – Di gurun pasir Arab Saudi, yang berada di kawasan Oasis Tayma, terlihat sebuah formasi batuan unik bernama Al Naslaa yang hingga kini masih membuat banyak membuat orang menjadi takjub.
Batu raksasa tersebut tampak terbelah menjadi dua bagian dengan garis potongan yang sangat lurus, rapi, dan presisi. Penampilannya yang tidak biasa membuat Al Naslaa viral di internet dan memunculkan berbagai teori konspirasi.
Tidak sedikit yang menduga batu itu merupakan peninggalan teknologi canggih peradaban kuno, bahkan ada pula yang mengaitkannya dengan teknologi laser milik alien.
Namun para ahli geologi memastikan bahwa fenomena tersebut bukan hasil campur tangan makhluk luar angkasa ataupun teknologi modern, melainkan murni terbentuk secara alami melalui proses geologi selama ribuan hingga jutaan tahun.
Terbentuk Akibat Retakan Alami dan Pelapukan
Para ilmuwan menjelaskan bahwa Al Naslaa tersusun dari batu pasir atau sandstone yang memang rentan mengalami retakan alami akibat tekanan geologi di dalam bumi.
Fenomena ini di kenal dengan istilah jointing, yakni retakan alami yang muncul akibat pergeseran lempeng tektonik atau tekanan dari bawah permukaan tanah. Retakan tersebut kemudian berkembang mengikuti garis kelemahan batu hingga membentuk belahan yang tampak sangat lurus.
Selain itu, perubahan suhu ekstrem di gurun juga ikut berperan dalam proses pembentukan batu tersebut.
Pada malam hari, air atau embun dapat masuk ke celah-celah kecil batu lalu membeku karena suhu dingin. Ketika siang hari tiba, es mencair kembali. Proses beku dan cair yang berlangsung berulang selama ribuan tahun perlahan memperbesar retakan hingga batu akhirnya terbelah sempurna.
Tetap Berdiri Kokoh Meski Bertumpu di Bagian Kecil
Hal lain yang membuat Al Naslaa semakin menarik adalah kedua bongkahan batu raksasa itu tetap berdiri kokoh di atas penyangga batu yang relatif kecil di bagian bawahnya.
Fenomena tersebut di kenal sebagai mushroom rock atau batu jamur. Bagian bawah batu terkikis lebih cepat akibat abrasi angin dan hantaman pasir gurun yang terus menerus terjadi di dekat permukaan tanah.
Pasir yang terbawa angin kencang bekerja layaknya amplas alami yang mengikis bagian bawah batu sedikit demi sedikit, sementara bagian atasnya tetap bertahan lebih utuh.
Menyimpan Jejak Peradaban Kuno
Selain terkenal karena bentuknya yang unik, Al Naslaa juga memiliki nilai sejarah tinggi. Pada permukaan batu ditemukan petrograf atau ukiran kuno bergambar manusia dan hewan yang diyakini dibuat oleh peradaban masa lampau ribuan tahun lalu.
Keunikan bentuk sekaligus nilai sejarah tersebut membuat Al Naslaa menjadi salah satu destinasi wisata dan objek penelitian geologi paling menarik di dunia.***










