SB – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan kabar baik bagi perekonomian Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan yang di jalankan Bank Indonesia bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
SBY mengatakan, sinergi kebijakan tersebut berhasil menahan tekanan yang sebelumnya menyebabkan pelemahan rupiah dan pasar saham.
Tanpa langkah yang tepat, pelemahan keduanya berpotensi terus berlanjut karena di pengaruhi faktor ekonomi riil, kondisi fiskal dan APBN, beban utang pemerintah, serta sentimen dan persepsi pasar yang negatif.
Momentum ini agar di jaga
Ia berharap momentum positif ini dapat terus di jaga oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. SBY meyakini pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, antara lain memperkuat kesehatan APBN, mengendalikan pertumbuhan utang pemerintah, serta menjaga inflasi agar tidak membebani masyarakat.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>Selain itu, pemerintah juga di harapkan mampu memulihkan kepercayaan investor melalui komunikasi yang lebih efektif sehingga setiap kebijakan dapat di pahami dengan baik oleh masyarakat maupun pelaku pasar. Menurut SBY, upaya tersebut penting untuk mengurangi spekulasi dan ketidakpastian yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi.</p>
Mantan presiden RI tersebut, juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat yang paling terdampak oleh kondisi ekonomi, termasuk akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (B
BM). Dengan berbagai langkah tersebut, ia optimistis stabilitas dan kepercayaan terhadap perekonomian nasional dapat terus terjaga.(*)








