SB – Air jahe kerap di percaya sebagai salah satu minuman herbal yang mampu membantu meredakan keluhan asam lambung. Namun, sejauh mana efektivitasnya dalam mengatasi kondisi tersebut?
Asam lambung merupakan cairan yang di produksi oleh lambung dan mengandung asam klorida. Cairan ini berperan penting dalam proses pencernaan, mulai dari membantu memecah makanan hingga melindungi tubuh dari kuman dan bakteri yang masuk bersama makanan dan minuman.
Meski memiliki fungsi penting, produksi asam lambung yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Gejala yang sering muncul antara lain mual, muntah, rasa terbakar di dada, hingga sesak napas.
Co-founder dan CEO Kavacare.id, dr. Eddy Wiria, PhD, menjelaskan bahwa masalah terjadi ketika dinding lambung mengalami iritasi atau ketika cairan asam lambung mengenai saluran pencernaan yang tidak memiliki perlindungan sekuat lambung.
“Keluhan dapat muncul apabila lambung teriritasi atau produksi asam lambung berlebihan sehingga mencederai saluran cerna yang tidak setahan dinding rongga lambung,” ujarnya.
Untuk membantu meredakan gejala, dr. Eddy menyarankan konsumsi makanan dan minuman herbal tradisional tertentu. Salah satu yang di nilai bermanfaat adalah jahe.
Jahe mengandung senyawa fenolik
Jahe mengandung senyawa fenolik yang memiliki sifat antiinflamasi dan dapat memberikan efek nyaman pada sistem pencernaan. Kandungan tersebut di percaya mampu membantu mengurangi keluhan akibat peningkatan asam lambung apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
“Jahe memiliki kandungan yang dapat membantu membuat tubuh lebih nyaman, termasuk yang bermanfaat bagi lambung. Konsumsi dalam jumlah tertentu dapat membantu meredakan keluhan,” kata dr. Eddy.
Meski demikian, penggunaan herbal sebagai pendamping penanganan asam lambung tetap perlu di lakukan secara bijak. Masyarakat di anjurkan memilih produk herbal yang berasal dari sumber terpercaya dan memiliki keamanan yang jelas.
Menurut dr. Eddy, penggunaan produk herbal yang tidak terjamin kualitasnya justru berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
“Pilih obat tradisional yang berasal dari sumber yang baik dan terpercaya. Pastikan produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh,” tegasnya.
Para ahli juga mengingatkan bahwa jahe bukanlah pengganti pengobatan medis bagi penderita gangguan lambung kronis seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin berat, penderita di sarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. (*)










