JAKARTA, Signalberita.com – Pergerakan Harga Bitcoin mengalami perubahan pada periode Tahun Baru Islam 1447 Hijriah Bitcoin 2026 sempat mencatat harga hampir Rp2 miliar per koin.
Pada 27 Juni 2025, harga Bitcoin berada di kisaran US$107.265 atau sekitar Rp1,89 miliar per BTC. Namun pada 1 Muharram 1448 H pada Juni 2026, harga aset kripto terbesar tersebut berada jauh lebih rendah.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga Bitcoin pada Senin (15/6/2026) berada di sekitar US$65.600. Dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp1,16 miliar per koin.
Bitcoin Masih Berada di Bawah Level Tahun Lalu
Perbandingan harga tersebut menunjukkan Bitcoin mengalami penurunan sekitar 38 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini menggambarkan tingginya volatilitas aset kripto. Pergerakan Bitcoin memang di kenal memiliki siklus naik dan turun yang di pengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar, kondisi ekonomi global, hingga kebijakan keuangan dunia.
Meski demikian, koreksi harga bukan hal baru bagi Bitcoin. Dalam beberapa periode sebelumnya, Bitcoin juga pernah mengalami penurunan tajam sebelum kembali membangun tren baru.
Perjalanan Bitcoin Selama Setahun Terakhir
Sepanjang satu tahun terakhir, Bitcoin menghadapi berbagai tekanan pasar. Setelah mencapai level di atas US$107.000, harga BTC beberapa kali mengalami koreksi akibat perubahan sentimen investor dan ketidakpastian global.
Pada awal Juni 2026, Bitcoin sempat turun mendekati level US$60.000. Namun, harga kembali bergerak naik dan berhasil menembus area US$65.000.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk setelah tekanan pasar sebelumnya.
Bitcoin Mulai Menunjukkan Pemulihan
Pergerakan Bitcoin sepanjang Juni 2026 menjadi perhatian pelaku pasar. Setelah mengalami pelemahan, aset kripto tersebut mulai memperlihatkan tanda pemulihan.
Investor kini mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi harga Bitcoin, termasuk perkembangan ekonomi global dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Kenaikan kembali ke atas US$65.000 menjadi sinyal bahwa pasar mulai merespons positif setelah fase koreksi.
Perbedaan Harga Bitcoin 2025 dan 2026
Jika pada Tahun Baru Islam 1447 H Bitcoin hampir menyentuh Rp2 miliar per koin, maka menjelang Tahun Baru Islam 1448 H nilainya berada di kisaran Rp1,16 miliar.
Perubahan harga ini menjadi gambaran bahwa pasar kripto bergerak sangat dinamis. Investor perlu memahami risiko dan melakukan riset sebelum mengambil keputusan terkait aset digital.
FAQ Bitcoin Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
1. Berapa harga Bitcoin menjelang Tahun Baru Islam 1448 H?
Berdasarkan data perdagangan pada 15 Juni 2026, harga Bitcoin berada di kisaran US$65.600 atau sekitar Rp1,16 miliar per koin dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS.
2. Kapan Bitcoin mencapai harga hampir Rp2 miliar?
Bitcoin sempat berada di level sekitar US$107.265 atau hampir Rp2 miliar per koin pada periode Tahun Baru Islam 1447 Hijriah pada Juni 2025.
3. Mengapa harga Bitcoin turun dibanding tahun sebelumnya?
Pergerakan Bitcoin dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen investor, kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, arus dana institusi, dan perkembangan geopolitik.
4. Apakah penurunan harga Bitcoin berarti pasar kripto berakhir?
Belum tentu. Bitcoin secara historis sering mengalami fase kenaikan dan koreksi sebagai bagian dari siklus pasar aset kripto.
5. Apakah Bitcoin mulai kembali naik pada 2026?
Bitcoin sempat mengalami tekanan hingga mendekati US$60.000 pada awal Juni 2026, kemudian bergerak naik kembali ke area US$65.000.
6. Apa yang memengaruhi harga Bitcoin ke depan?
Harga Bitcoin dapat dipengaruhi oleh permintaan pasar, kondisi ekonomi dunia, kebijakan moneter, regulasi aset digital, serta sentimen investor.
7. Apakah investasi Bitcoin memiliki risiko?
Ya. Bitcoin merupakan aset dengan volatilitas tinggi sehingga nilainya dapat berubah cepat. Setiap keputusan investasi perlu di lakukan dengan pertimbangan dan riset mandiri.(*)











