JAKARTA, Signalberita.com – Dalam menurunkan berat badan sebagian orang menkonsumsi Teh hijau dan kopi hitam. Kedua-duanya sama-sama di kenal mengandung senyawa aktif yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh, namun memiliki mekanisme kerja yang berbeda dalam membantu membakar lemak.
Selain rendah kalori jika di konsumsi tanpa gula, kedua minuman ini juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Pertanyaannya, mana yang lebih efektif untuk membantu menurunkan berat badan?
Teh Hijau Bantu Tingkatkan Pembakaran Lemak
Teh hijau telah lama menjadi pilihan bagi mereka yang menjalani program diet. Berbagai penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan, meski hasilnya cenderung bertahap.
Manfaat tersebut berasal dari kandungan epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu antioksidan yang membantu meningkatkan proses oksidasi lemak sehingga tubuh lebih efisien menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Selain itu, kandungan kafein dalam teh hijau juga berperan meningkatkan metabolisme sehingga pembakaran kalori menjadi lebih optimal. Sejumlah penelitian juga menyebutkan teh hijau dapat membantu mengurangi lingkar pinggang, indeks massa tubuh (IMT), serta mempertahankan berat badan setelah berhasil turun.
Konsumsi Secukupnya untuk Menghindari Efek Samping
Meski memiliki manfaat, konsumsi teh hijau tetap perlu di batasi. Para ahli menyarankan sekitar tiga hingga lima cangkir per hari agar manfaatnya tetap optimal tanpa memicu efek samping akibat kelebihan kafein, seperti jantung berdebar, sulit tidur, atau gangguan pencernaan.
Matcha dan Teh Hijau, Apa Bedanya?
Meski berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, matcha dan teh hijau memiliki proses pengolahan berbeda.
Daun teh hijau di seduh seperti biasa, sedangkan matcha dibuat dari daun teh yang di giling menjadi bubuk halus sehingga seluruh bagian daun ikut di konsumsi. Karena itu, matcha memiliki kandungan kafein lebih tinggi, sekitar 60–70 mg per sajian, sedangkan teh hijau hanya sekitar 25–50 mg per cangkir.
Kopi Hitam Tingkatkan Metabolisme dan Kurangi Nafsu Makan
Di sisi lain, kopi hitam juga menjadi minuman favorit bagi banyak orang yang sedang menjalani diet.
Kandungan kafein pada kopi mampu meningkatkan laju metabolisme sekitar 3–11 persen, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori. Selain itu, kopi juga membantu menekan rasa lapar sehingga asupan kalori harian dapat berkurang.
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kopi hitam tanpa gula berkaitan dengan penurunan lemak tubuh dan indeks massa tubuh. Minuman ini juga di kaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Jangan Berlebihan Minum Kopi
Meski bermanfaat, konsumsi kopi tetap harus dibatasi. Batas aman asupan kafein bagi orang dewasa umumnya sekitar 400 mg per hari atau setara dua hingga tiga cangkir kopi, tergantung jenis dan kekuatan seduhannya.
Orang yang sensitif terhadap kafein, ibu hamil, atau ibu menyusui di sarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak.
Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
Baik teh hijau maupun kopi hitam sama-sama dapat membantu proses penurunan berat badan apabila di kombinasikan dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.
Perbedaannya, teh hijau lebih berperan meningkatkan pembakaran lemak sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama, sedangkan kopi hitam bekerja dengan meningkatkan metabolisme dan membantu menekan nafsu makan.(*)










