JAKARTA SB — Menteri Koperasi Ferry Juliantono merespons viralnya video yang memperlihatkan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Cilacap, Jawa Tengah, di gunakan masyarakat untuk bermain bulutangkis.
Ferry mengatakan penggunaan gedung tersebut untuk kegiatan olahraga tidak menjadi persoalan. Namun, ia menegaskan fasilitas KDMP dalam waktu dekat akan mulai di gunakan untuk kegiatan operasional koperasi.
“Tidak apa-apa. Sebentar lagi kan di mulai operasionalnya,” ujar Ferry kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurut Ferry, pemerintah tengah menyiapkan aturan mengenai operasional KDMP, termasuk sistem manajemen dan penyiapan para pengelola koperasi.
“Sebentar lagi akan ada Peraturan Presiden tentang operasionalnya. Bersamaan dengan manajer koperasi juga sudah mulai di persiapkan dan langsung jalan,” katanya.
Ferry menargetkan lebih dari 10.000 KDMP telah memiliki bangunan pada September 2026. Dari jumlah tersebut, sebagian koperasi akan mulai menjalankan kegiatan operasional secara bertahap.
“Belum semua 10.000 beroperasi. Kalau yang bangunan fisiknya lebih dari itu, yang operasional bisa lebih dari itu,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan KDMP dapat mencapai 35.000 unit yang tersebar di berbagai desa di Indonesia.
Menurut Zulhas, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan sekitar 25.000 KDMP. Koperasi tersebut nantinya antara lain berfungsi sebagai pembeli hasil panen petani dan masyarakat desa atau offtaker.
“Koperasi Desa Merah Putih kita sudah selesaikan 25.000 dan tahun depan di perkirakan 30.000 hingga 35.000,” ujar Zulhas di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pemerintah juga menargetkan pembangunan 35.000 KDMP dapat di selesaikan hingga Agustus 2026. Selain program koperasi desa, pemerintah akan melanjutkan pembangunan 1.300 hingga 2.000 Kampung Nelayan Merah Putih.
Program tersebut nantinya di kembangkan dalam bentuk kampung budidaya tematik. Pemerintah menargetkan program budidaya tematik di terapkan secara bertahap di 40.000 desa.
Program tersebut di harapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.(*)




















