JAMBI, Signalberita.com – Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah di wilayah Kota Jambi telah melampaui target yang ditetapkan tahun 2026. Dari target 529 hektare, realisasi penanaman tercatat mencapai 539 hektare. Namun, kondisi kemarau mengancam tanaman Padi tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi, Boy Evirdal Asri, mengatakan, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan di Kota Jambi.
Menurut Boy, luas lahan sawah di Kota Jambi saat ini mencapai 459 hektare. Sementara itu, target luas tambah tanam ditetapkan sebesar 529 hektare dan realisasinya telah mencapai 539 hektare.
“Realisasi luas tambah tanam padi sudah melampaui target yang ditetapkan,” demikian capaian yang dipaparkan dalam perkembangan sektor tanaman pangan Kota Jambi.
Meski realisasi penanaman menunjukkan hasil positif, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi petani, terutama pada musim tanam April–September (Asep).
Boy menjelaskan, petani yang mulai menanam pada April dan Mei relatif dapat menjalani musim tanam dengan baik karena terhindar dari dampak cuaca ekstrem. Sebaliknya, petani yang melakukan penanaman pada Juli menghadapi kendala kekeringan akibat minimnya ketersediaan air.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman hingga hasil panen. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mengantisipasi dampak kekeringan agar risiko gagal panen dapat ditekan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya pompa air, untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan di lahan yang mengalami kekurangan air.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 123 hektare dari total 459 hektare lahan sawah di Kota Jambi terdampak atau rentan mengalami kekeringan.
“Penggunaan pompa air dimaksimalkan pada lahan-lahan yang mengalami kekurangan air untuk meminimalkan risiko gagal panen,” menjadi salah satu upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah.
Dari sisi produktivitas, hasil panen padi dalam kondisi normal dapat mencapai rata-rata 5 hingga 6 ton per hektare. Namun, di tengah kondisi cuaca saat ini, produktivitas rata-rata berada di kisaran 4 ton per hektare.
Penurunan produktivitas tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman padi dan menentukan hasil panen.
DPKP Kota Jambi terus mendorong langkah-langkah teknis untuk membantu petani menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Optimalisasi pompa air dan pengelolaan pengairan di lahan pertanian diharapkan dapat menjaga pertumbuhan tanaman serta menekan potensi kerugian petani.(*)




















