KERINCI, SB – Konstelasi Politik di kota Sungai Penuh, semakin hangat di untuk diikuti, karena selain Bakal Calon Walikota (Bacawako) yang maju dari Jalur Partai Politik, juga muncul Bacawako yang maju dari jalur Perseorangan atau Independen.
Pasangan Bacawako dan Bacawawako kota Sungai Penuh, yang akan bertarung di Pemilihan Walikota Sungai Penuh pada November 2024 mendatang, Pusri Amsyi dan Mulyadi Yacoub.
Menariknya Pasangan yang maju di Pilwako dari Jalur Independen ini merupakan Pengurus Partai Politik, dimana Pusri merupakan Ketua DPC Partai Perindo Sungai Penuh sedangkan Mulyadi Sekretaris DPC Demokrat kota Sungai Penuh.
Pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu, Partai Perindo tidak berhasil mendapatkan kursi di DPRD kota Sungai Penuh, sedangkan Partai Demokrat mendapatkan Tiga kursi di DPRD Sungai Penuh, namun Mulyadi Yacoub lebih memilih Jalur Independen.
Pusri Amsyi Bacawako Sungai Penuh Perseorangan, saat dikonfirmasi pada Selasa (14/05/2024), mengatakan bahwa syarat dukungan telah diserahkan ke KPU kota Sungai Penuh, jumlah syarat dukungan yang diserahkan sudah melebihi dari syaratnya.
“Alhamdulillah sudah di terima, syarat kita serahkan ke KPU untuk dukungan, yang dimintakan 7.260, kami menyerahkan dulu 7. 800 sekian, kita lebih,”jelasnya.
Dia menyebutkan syarat dukungan yang diberikan kepada KPU kota Sungai Penuh tersebut belum seluruhnya, karena masih ada yang belum diserahkan sekira 12.000 KTP. “Masih ada persiapan 12 ribu dukungan dirumah yang belum Kito kasih, orang ngantar ke rumah ya kita terima,”ucapnya.
Ditanya alasan memilih Jalur Perseorangan untuk maju di Pilwako Sungai Penuh, kata Mantan Sekda kota Sungai Penuh ini, bahwa dirinya tidak bisa mengusung dari jalur Partai karena Partainya tidak ada kursi di DPRD Sungai Penuh.
“Kita tidak ada kursi di DPRD, mau tidak mau kita aman titik aman bae lah, karena rakyat sudah ngantar KTP ke rumah ya berarti menginginkan kita maju, untuk apa kita komunikasi dengan partai lagi,”tuturnya.
Selain itu, untuk maju dari Jalur Independen atau perseorangan dinilai tidak terlalu besar Kost Politik, beda dengan jalur Partai Politik. “Sebenarnya untuk maju tidak mungkin tidak ada costnya, Independen jugo pakai Cost jugo. Tapi dak begitu nian lah,”sebutnya.
Dirinya juga menjelaskan alasan memilih Mulyadi Yacoub untuk mendampinginya di Bacawako dari jalur Perseorangan, karena ingin menciptakan kombinasi antara Birokrat dan Politisi.
“Itukan kita mencocokan orang Birokrat dengan Politik, Kito dari Birokrat beliau daei Politik, sehingga ada saling mengisi nantinya,”Tutupnya.(Fra)









