SUNGAIPENUH, SB – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Sungai Penuh pada November 2024 mendatang, konstelasi Politik di kota Sungai Penuh mulai panas. Kepemipinan Ahmadi Zubir dan Alvia Santoni (AZAS) seperti tidak harmonis dan tidak sejalan lagi.
Kedua Petahana ini, bakal jadi Rival, pada Pilkada Kota Sungai Penuh, karena sama-sama memilih jalan masing-masing untuk kembali ikut menjadi kontestan pada pesta Demokrasi Lima tahunan tersebut.
Beberapa kegiatan dari Pemerintah kota Sungai Penuh, jarang terlihat keduanya hadir dan duduk bersama, termasuk pada saat Safari Ramadhan beberapa bulan lalu, hampir tidak pernah jalan bersama.
Bahkan, Wakil Walikota Sungai Penuh, Alvia Santoni, mulai berani mengkritik kinerja dari Walikota Sungai Penuh, Ahmadi Zubir, di forum Partai Gerindra, dia menyampaikan bahwa Kota Sungai Penuh termasuk Sungai Penuh yang masuk dalam 5 besar survei Gratifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Video Pernyataan Antos yang mengkritisi kepemimpinan Walikota Ahmadi Zubir tersebut pun sempat beredar di media Sosial seperti YouTube dan group WhatsApp.
“Berdasarkan situasi dan kondisi kota Sungai Penuh hari ini, berdasarkan data dari statistik lebih 500 kab/kota di Indonesia, Sungai Penuh menjadi rangka 5 Besar berdasarkan survei KPK Sungai Penuh menjadi 5 besar dari banyaknya gratifikasi,”ucapnya dalam video tersebut.
Dengan masuknya Sungai Penuh dalam 5 besar dalam gratifikasi, Antos menyebutkan bahwa kondisi Sungai Penuh saat ini sedang tidak baik. “artinya apa bahwa Sungai Penuh hari ini dalam kondisi tidak sedang baik-baik saja,”sebutnya.(Fra)








