JAMBI, SB – Kompetisi Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Dapil Jambi Semakin ketat, terlebih Caleg yang berasal dari Kerinci dan Sungai Penuh yang ikut menjadi kontestan untuk menuju Senayan.
Ada Delapan Caleg DPR RI yang berhasil dihimpun maju berasal dari Daerah Kerinci dan Sungai Penuh, diantaranya, Syafril Nursal dari Partai Demokrat, Asafri Jaya Bakri partai Golkar, Adirozal dari PAN, Paizal Kadni dari PKB, Nuzran Joher partai Nasdem, Adril Elfani PPP, Fahmi Rizal Partai Umat dan Ami Taher dari PKS.
Dengan majunya Delapan Caleg yang berasal dari Dua daerah ini, tentu membuat persaingan semakin ketat, apalagi jika hanya mengandalkan suara dari Kerinci dan Sungai Penuh. Karena Delapan Caleg ini sudah barang tentu basis utama yang akan diperebutkan suara dari Kerinci dan Sungai Penuh.
Sedangkan dari jumlah Daftar Pemilih Tetap yang ditetapkan KPU Kerinci dan kota Sungai Penuh, jumlah seluruhnya sebanyak 270.255 pemilih dengan rincian DPT Kerinci sebanyak 197.657 pemilih, sedangkan Sungai Penuh sebanyak 72.598.
Jika jumlah 270.255 pemilih, dibagi ke 8 calon legislatif yang notabene merupakan berasal dari Kerinci tersebut. Tentu cukup berat bisa mendudukkan anggota DPR RI yang berasal dari Kerinci dan Sungai Penuh. Ditambah lagi Caleg Luar yang ikut merebut suara di Kerinci dan Sungai Penuh, seperti Elviana, Sutan Adil Hendra, Hasan Basri Agus (HBA) dan beberapa Caleg lainnya.
Dr Jafar Ahmad, M.Si Pengamat Politik Jambi yang juga Warek II IAIN Kerinci, menyampaikan analisa bahwa untuk Caleg DPR RI yang berasal dari Kerinci dan Sungai Penuh, dirinya belum memiliki hasil surveinya. Namun, menurutnya semuanya memiliki peluang untuk bisa duduk di Senayan.
“Namun, tidak cukup suara dari Kerinci dan sungai penuh yang mengantarkan DPR RI. Calon yang kuat itu tidak merebut suara di Kerinci saja tapi juga di daerah lain dalam provinsi Jambi, seperti Bangko, Bungo dan kota Jambi. Kalau tidak ya tidak bisa duduk,”katanya.
Menurutnya untuk saat ini Sentimen kedaerahan atau Etnis, tidak bisa harapkan karena Kerinci dan Sungai Penuh hanya 10 Persen dari Suara yang diperebutkan di provinsi Jambi.
“Meski Caleg itu unggul di Kerinci, namun tetap tidak bisa, jika tidak dukung suara dari daerah lain. Apalagi Caleg di daerah lain Incumbent yang tentunya sudah lama dan bisa merawat basisnya,”jelasnya
Dia juga menjelaskan yang memungkinkan memiliki peluang, siapa yang memilki jejaring bisa di aktifkan kembali. Seperti Adirozal yang sudah lama di sini apakah bisa diaktifasi jejaring untuk memenangkannya. Begitu juga dengan AJB mampu tidak mengaktifkan jejaring untuk mendongkrak suaranya.
Karena menurut Doktor Muda di IAIN Kerinci ini yang memungkin dalam pertarungan yang sempit di Kerinci dan Sungai Penuh, yang memungkinkan pertarungan darat yang berpengaruh, langsung dengan orang, beda dengan udara seperti iklan, spanduk informasi media sosial.
“Jadi Pertarungan mesti darat karena yang berebut suara banyak. Beda halnya tidak ada lawan, itu yang harus diaktifasikan jejaring. Tapi ketika ada lawan tidak bisa membawa sentimen kedaerahan Kerinci, kalau 1 orang itu mungkin bisa dibawa sentimen etnis Kerinci, maka itu akan kuat,”terangnya.(Fra)










