JAKARTA, SIGNALBERITA.COM– Hari libur Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026, namun libur ini di sebut bisa berpotensi memengaruhi aktivitas pasar keuangan global, termasuk perdagangan saham dan aset kripto.
Hal ini sering terjadi karena sejumlah negara di Eropa menghentikan sementara aktivitas perbankan dan perdagangan selama perayaan Ascension Day.
Beberapa negara seperti Jerman, Prancis, Belgia, Belanda, Swiss, hingga kawasan Nordik di ketahui menutup layanan bank dan sebagian aktivitas pasar selama hari libur berlangsung. Bahkan, sebagian pekerja memanfaatkan momentum tersebut untuk mengambil libur panjang hingga empat hari.
Situasi ini membuat aktivitas perdagangan di pasar saham Eropa cenderung melambat. Ketika volume transaksi menurun, pasar biasanya menjadi lebih sensitif terhadap sentimen global, mulai dari isu geopolitik hingga aksi investor besar.
Akibatnya, volatilitas di pasar saham maupun aset berisiko lain berpotensi meningkat karena likuiditas yang lebih tipis di banding hari perdagangan normal.
Pasar Kripto Tetap Aktif Selama Libur
Berbeda dengan bursa saham yang memiliki jadwal operasional tertentu, pasar kripto tetap berjalan selama 24 jam tanpa henti, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional.
Sejumlah penelitian bahkan menemukan adanya pola pergerakan khusus di pasar aset digital ketika akhir pekan atau libur panjang berlangsung. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah “weekend effect”.
Dalam beberapa studi, Bitcoin dan sejumlah altcoin tercatat mampu menghasilkan return lebih tinggi saat akhir pekan di banding hari kerja biasa. Kondisi ini di yakini terjadi karena investor institusi cenderung lebih pasif, sementara investor retail lebih dominan dalam aktivitas transaksi.
Selain itu, likuiditas pasar yang lebih kecil juga membuat harga aset digital lebih mudah bergerak tajam dalam waktu singkat.
Investor Diminta Tetap Waspada
Meski tidak selalu berdampak langsung, momentum libur panjang dinilai dapat memicu perubahan dinamika pasar secara sementara. Saham sektor teknologi, AI, hingga aset kripto berpotensi mengalami fluktuasi lebih agresif ketika aktivitas institusi global menurun.
Karena itu, investor di sarankan tetap memperhatikan perkembangan sentimen pasar selama periode libur internasional berlangsung, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih cukup sensitif terhadap berbagai isu eksternal.
Secara umum, pasar kripto memang tidak mengenal hari libur. Namun, perubahan aktivitas perdagangan global saat momentum tertentu tetap bisa memengaruhi arah pergerakan harga aset digital maupun saham dunia.***









