SIGNALBERITA.COM – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kembali menjadi sorotan publik, bukan semata karena kinerjanya sebagai kepala daerah, melainkan juga karena kehidupan pribadinya yang hangat dan penuh keharmonisan. Di balik agenda pemerintahan yang padat, Fadia di kenal sebagai sosok ibu dan istri yang melekat pada keluarganya.
Perempuan yang pernah meniti karier sebagai penyanyi dangdut di awal 2000-an itu kini menjalani kehidupan baru sebagai pemimpin daerah. Ia hidup berdampingan bersama sang suami, Ashraff Abu—mantan penyanyi dangdut era 1990-an yang kini menempuh jalan politik. Ashraff, yang berdarah India dan telah lama menetap di Indonesia, aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial yang bersinggungan dengan masyarakat Pekalongan.
Jejak Seni dan Politik dalam Satu Keluarga
Fadia bukan orang baru di dunia seni. Ia merupakan putri dari almarhum A. Rafiq, legenda dangdut Indonesia, sekaligus kakak dari Fairuz A. Rafiq yang di kenal sebagai aktris dan penyanyi. Talenta dan ketokohan keluarga besar itu seolah menjadi fondasi yang membentuk Fadia dalam dunia kepemimpinan.
Pasangan Fadia–Ashraff kerap tampil bersama dalam berbagai agenda resmi pemerintahan dan kegiatan sosial, termasuk perhelatan fashion show Dekranasda Kabupaten Pekalongan yang mempromosikan produk lokal dan budaya daerah.
Keluarga Besar yang Hangat
Dari pernikahan mereka, Fadia dan Ashraff di karuniai enam orang anak. Kehangatan keluarga itu sering terlihat dalam berbagai momen publik hingga unggahan media sosial.
Belum lama ini, putri mereka, Mumtaz Syakila Ashraf, melangsungkan pernikahan dengan Kevin Jaladira pada 2025. Mengusung adat Melayu, pesta pernikahan berlangsung hangat, di hadiri kerabat dan kolega keluarga besar.
Menjaga Irama Antara Rumah dan Pemerintahan
Di tengah tuntutan sebagai pejabat publik, Fadia menegaskan bahwa keluarga adalah sumber energinya. Ia menyebut dukungan dari suami dan anak-anak menjadi alasan dirinya mampu menjalankan tugas sebagai Bupati Pekalongan.
“Keluarga adalah fondasi utama dalam hidup saya. Dukungan suami dan anak-anak membuat saya bisa fokus bekerja untuk masyarakat Pekalongan,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Kisah perjalanan Fadia dan Ashraff menunjukkan bagaimana peran sebagai figur publik, pemimpin, dan anggota keluarga dapat berjalan selaras—dari panggung dangdut hingga panggung pemerintahan.***









