SIGNALBERITA.COM – Melemahnya nilai tukar rupiah, mulai di rasakan di dunia otomotif, Salah satu yang paling terasa yakni harga oli motor di sejumlah bengkel yang kini mengalami lonjakan cukup signifikan.
Jika sebelumnya oli motor dijual di kisaran Rp55 ribu per botol, kini harganya naik menjadi sekitar Rp75 ribu. Kenaikan tersebut membuat biaya perawatan kendaraan roda dua ikut membengkak.
Tidak hanya oli, sejumlah spare part motor seperti ban, vanbelt, hingga beberapa komponen mesin lainnya juga mengalami kenaikan harga. Hal ini dipicu masih tingginya ketergantungan terhadap bahan baku dan produk impor yang terdampak pelemahan rupiah.
Para pemilik bengkel mengaku kenaikan harga sudah mulai terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Distributor disebut menaikkan harga bertahap mengikuti kondisi nilai tukar mata uang dan biaya distribusi.
Akibatnya, biaya servis motor yang sebelumnya relatif terjangkau kini mulai terasa berat bagi sebagian masyarakat. Banyak pengendara memilih menunda penggantian oli maupun spare part agar pengeluaran harian tetap terkendali.
Di sisi lain, kondisi ini menjadi perhatian karena sepeda motor masih menjadi kendaraan utama masyarakat untuk bekerja, mengantar anak sekolah, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari. Jika harga perawatan terus naik, dikhawatirkan akan berdampak pada daya beli masyarakat kecil.
Fenomena naiknya harga oli dan spare part ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Warganet mengaku mulai merasakan mahalnya biaya servis dibanding beberapa bulan sebelumnya.***









