SIGNALBERITA.COM – Sepanjang 2026, langit akan menyuguhkan serangkaian fenomena astronomi penting, mulai dari gerhana matahari total, gerhana bulan, hujan meteor, hingga supermoon yang jarang terjadi. Sejumlah peristiwa ini dapat di amati dengan mata telanjang, meski penggunaan teleskop atau teropong di anjurkan untuk hasil pengamatan yang lebih optimal.
Berdasarkan catatan astronomi yang di kutip dari Forbes, tahun 2026 akan dibuka dengan kemunculan supermoon pada 3 Januari. Bulan purnama pertama ini, yang dikenal sebagai wolf moon atau bulan serigala, tampak lebih besar dan terang karena berada pada jarak terdekat dengan Bumi.
Pada 10 Januari, Jupiter berada pada posisi oposisi, yakni saat Bumi tepat berada di antara planet tersebut dan Matahari. Kondisi ini membuat Jupiter tampak paling terang dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Fenomena langit berlanjut pada 17 Februari dengan gerhana matahari cincin api. Peristiwa ini hanya dapat di saksikan secara utuh dari kawasan Antartika, sementara fase parsialnya terlihat dari sebagian wilayah Afrika Selatan dan Amerika Selatan.
Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total akan terjadi pada 3 Maret 2026. Saat itu, bulan purnama akan berubah warna menjadi merah tua selama hampir satu jam. Gerhana ini dapat di amati dari wilayah Asia Timur, Australia, Selandia Baru, serta sebagian Amerika Utara.
Memasuki 20 Maret, fenomena ekuinoks menandai peralihan musim dan membuka peluang lebih besar untuk menyaksikan aurora di sejumlah wilayah lintang tinggi. Sementara itu, pada 31 Mei, langit akan di hiasi dua kali bulan purnama dalam satu bulan—fenomena yang terjadi setiap dua hingga tiga tahun.
Puncak peristiwa astronomi 2026 terjadi pada 12–13 Agustus. Gerhana matahari total melintasi Greenland timur, Islandia, dan Spanyol pada 12 Agustus. Beberapa jam kemudian, hujan meteor Perseid mencapai puncaknya di langit yang relatif gelap.
Dua pekan setelahnya, pada 28 Agustus, gerhana bulan parsial akan terjadi dengan lebih dari 96 persen permukaan bulan tertutup bayangan Bumi. Fenomena ini dapat di amati dari wilayah Amerika, Eropa, dan Afrika.
Menjelang akhir tahun, pada 14–16 November, Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan sebelum fajar, memungkinkan pengamatan keduanya dalam satu bidang pandang teropong. Tahun 2026 di tutup dengan kemunculan supermoon pada 24 Desember, yang menjadi bulan purnama terdekat sejak 2019 dan di prediksi tampak sangat besar saat terbit di ufuk timur.
Sejumlah peristiwa tersebut menjadikan 2026 sebagai salah satu tahun yang penting bagi para pengamat langit dan pegiat astronomi.***









