SIGNALBERITA.COM – Cardiff City tampil mengejutkan saat menghadapi Chelsea dalam lanjutan Piala Liga Inggris (EFL Cup). Bermain di kasta ketiga Liga Inggris musim ini, Cardiff menunjukkan perubahan drastis dalam gaya bermain yang jauh berbeda dari identitas mereka pada era manajer sebelumnya.
Pendekatan permainan langsung dan fisikal yang dulu menjadi ciri khas Cardiff di bawah Neil Warnock dan Mick McCarthy kini di tinggalkan. Di tangan pelatih Barry-Murphy, The Bluebirds tampil dengan sepak bola menyerang berbasis penguasaan bola, mengandalkan pemain muda yang banyak berasal dari akademi klub.
Meski berlaga di League One untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, musim ini menjadi periode yang relatif menggembirakan bagi Cardiff setelah kehilangan arah di Championship. Kemenangan atas Burnley, klub Premier League, serta Wrexham pada babak sebelumnya membuat laga melawan Chelsea menjadi ujian sesungguhnya bagi proyek baru tersebut.
Cardiff menjawab tantangan itu dengan disiplin bertahan dan tekanan kolektif yang rapi. Mereka juga mampu merepotkan Chelsea lewat serangan balik dan pergerakan sayap. Callum Robinson dan Turnbull sempat mengancam gawang Chelsea sebelum Isaak Davies, yang aktif di sisi kiri, memaksa kiper Filip Jorgensen bekerja keras lewat umpan silang berbelok arah.
Upaya Cardiff berbuah gol ketika Perry Ng menusuk dari sisi kanan dan mengirim umpan silang melengkung dengan kaki kiri. Turnbull menyambutnya dengan sundulan terarah yang memicu ledakan kegembiraan suporter tuan rumah.
Meski gagal menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Chelsea, penampilan Cardiff di nilai menunjukkan kualitas teknis sekaligus semangat juang tinggi. Laga ini menjadi penegasan bahwa proyek Barry-Murphy mulai membentuk identitas baru bagi klub yang tengah membangun kembali reputasinya.***









