SIGNALBERITA.COM – Menjelang Lebaran Idul Adha 1447 H, minat masyarakat untuk membeli emas kembali meningkat, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai pilihan emas yang paling efisien.
Tidak sedikit masyarakat yang masih bingung menentukan apakah emas perhiasan lebih menguntungkan dibandingkan emas batangan. Padahal, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, baik dari sisi nilai investasi maupun fungsi penggunaannya.
Secara umum, emas batangan dinilai lebih efisien untuk investasi karena memiliki selisih harga beli dan jual yang lebih kecil. Sementara itu, emas perhiasan menawarkan nilai estetika sekaligus nilai ekonomi yang tetap bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Emas Perhiasan Tetap Diminati Masyarakat
Brand Manager Lakuemas, Esther Napitupulu, mengatakan emas hingga kini masih menjadi instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat. Menurutnya, minat masyarakat tidak hanya tertuju pada emas batangan atau emas digital, tetapi juga perhiasan emas.
Ia menjelaskan bahwa emas dalam bentuk apa pun tetap memiliki fungsi sebagai aset pelindung nilai atau safe haven. Namun, perhiasan emas umumnya memiliki selisih harga jual dan beli yang lebih besar dibandingkan emas batangan.
Selain dapat digunakan sebagai aksesori, perhiasan emas juga dianggap memiliki nilai ekonomi yang tetap bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, banyak masyarakat masih memilih perhiasan sebagai bentuk kepemilikan emas fisik.
Esther juga menilai anggapan bahwa investasi emas harus selalu berbentuk batangan tidak sepenuhnya benar. Dalam kondisi tertentu, seperti ketika stok emas batangan terbatas, perhiasan berkadar tinggi maupun emas digital dapat menjadi alternatif investasi yang cukup aman.
Menurutnya, hal terpenting adalah memahami tujuan pembelian emas, apakah untuk investasi, kebutuhan gaya, atau kombinasi keduanya.
Emas Batangan Dinilai Lebih Efisien untuk Investasi
Sementara itu, perencana keuangan Ahmad Gozali menilai emas perhiasan memang tidak seefisien emas batangan jika dilihat dari sisi investasi murni. Ia menekankan pentingnya membedakan antara emas sebagai instrumen investasi dan emas sebagai barang konsumsi.
Menurut Ahmad, perhiasan lebih tepat disebut sebagai aset konsumtif yang tetap memiliki nilai simpan. Pembelian perhiasan biasanya dipengaruhi faktor gaya, desain, dan nilai emosional selain nilai ekonominya.
Dari sisi perhitungan investasi, selisih harga beli dan jual atau spread pada emas perhiasan cenderung lebih besar karena adanya biaya desain dan pembuatan. Spread perhiasan bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan persen, sedangkan emas batangan relatif lebih kecil.
Meski demikian, sebagian masyarakat tetap memilih emas perhiasan karena ingin memiliki emas fisik yang dapat langsung digunakan, terutama menjelang momen Lebaran.
Karena itu, dalam kondisi pasokan emas batangan terbatas, emas perhiasan dengan kadar tinggi bisa menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang tetap ingin menyimpan aset emas secara fisik.***









