Jakarta, Signalberita.com — Provinsi Jambi akan masuk dalam pengembangan Proyek Jaringan Kereta Api di Pulau Sumatera, dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Proyek ini bernilai investasi di perkirakan mencapai US$20–25 miliar atau sekitar Rp350 triliun.
Proyek strategis ini di rancang untuk membangun konektivitas jalur kereta dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung, sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat infrastruktur transportasi nasional.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa jaringan kereta api di Sumatera saat ini masih berdiri dalam beberapa segmen dan belum sepenuhnya terhubung antar wilayah.
Pengembangan tahap awal akan di fokuskan pada pembangunan jalur Banda Aceh–Besitang sepanjang kurang lebih 478 kilometer. Saat ini, proyek tersebut masih berada dalam proses penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Selain memperluas jaringan di Aceh dan Sumatera Utara, rencana ini juga mencakup reaktivasi sejumlah jalur kereta lama di Sumatera Barat serta pembangunan jalur baru di berbagai wilayah Sumatera.
Salah satu wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan adalah Jambi. Koridor Pekanbaru–Rengat dan Rengat–Jambi tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) sebagai bagian dari pengembangan jaringan kereta Sumatera.
Kehadiran jalur tersebut di nilai dapat membuka konektivitas baru bagi Jambi, baik untuk memperlancar mobilitas masyarakat maupun memperkuat distribusi logistik antarwilayah.
Secara keseluruhan, KAI menargetkan pembangunan jalur baru sepanjang sekitar 1.110 kilometer di Pulau Sumatera.
Jika jalur kereta lintas Sumatera ini terealisasi hingga terhubung ke Jambi, proyek tersebut berpotensi menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat.***








