JAKARTA, Signalberita.com — Saat ini Investasi Emas masih menjadi salah satu aset pilihan masyarakat. karena banyak orang karena nilainya yang tinggi dan cenderung stabil terhadap inflasi. Namun, sebelum memutuskan untuk membeli, Anda harus ekstra waspada terhadap keaslian logam mulia tersebut. Saat ini, tidak sedikit beredar kasus penipuan di mana pembeli mengira telah mendapatkan emas murni, padahal barang tersebut hanyalah kuningan.
Secara visual, emas murni dan kuningan memang memiliki tampilan warna kekuningan yang sangat mirip. Agar Anda tidak menjadi korban salah beli, berikut adalah 9 cara efektif untuk membedakan emas asli dengan kuningan:
1. Periksa Cetakan Cap dan Besaran Karat
Langkah awal yang paling mudah adalah memeriksa tanda pengenal pada permukaan logam. Emas batangan resmi selalu dilengkapi dengan cetakan angka yang menunjukkan kadar kemurnian atau besaran karatnya, dengan nilai maksimal hingga 24 karat (999). Pada perhiasan emas, biasanya terdapat kode huruf atau angka dari produsen, seperti 916 (22K), 999 (24K), UBS, Antam, atau KH.
Sebaliknya, logam kuningan tidak memiliki kode karat tersebut. Kuningan sering kali justru memiliki ukiran atau cap bertuliskan “brass” (kuningan) pada potongan logamnya.
2. Uji Gores pada Keramik
Anda bisa menguji fisik kedua benda ini dengan cara menggesekkannya ke permukaan keramik polos secara perlahan. Jika logam tersebut adalah emas asli, goresan tersebut akan meninggalkan bekas jalur berwarna keemasan. Sementara itu, kuningan akan menyisakan bekas garis berwarna kehitaman atau gelap saat digosokkan ke keramik.
3. Amati Kilau Warnanya
Meski sekilas tampak serupa, ada perbedaan kontras pada gradasi warna keduanya. Emas asli memiliki warna kuning berkilau terang yang sangat khas dan tidak pudar. Di sisi lain, kuningan cenderung berwarna kuning sedikit kusam dan tidak terlalu mengilat. Hal ini terjadi karena kuningan merupakan logam paduan dari tembaga dan seng, sehingga warnanya bisa bervariasi mulai dari cokelat kemerahan hingga kuning keperakan tergantung kadar seng di dalamnya.
4. Bandingkan Kepadatan dan Bobot Logam
Emas merupakan salah satu logam dengan tingkat kerapatan (densitas) yang sangat tinggi, sehingga massanya terasa mantap dan berat saat digenggam. Sementara itu, kuningan memiliki bobot yang jauh lebih ringan. Jika Anda menimbang kedua logam tersebut dengan ukuran volume yang sama menggunakan timbangan digital, emas asli dipastikan akan jauh lebih berat daripada kuningan.
5. Tes Reaksi Kimia dengan Cairan Asam
Pengujian kimia tingkat lanjut bisa dilakukan dengan meneteskan sedikit cairan asam (seperti asam nitrat) ke permukaan logam. Sebagai logam mulia yang stabil, emas asli tidak akan menunjukkan reaksi kimia apa pun atau mengalami perubahan warna. Namun, jika logam tersebut adalah kuningan, permukaannya akan langsung bereaksi dengan memicu gelembung-gelembung kecil atau mengalami korosi perubahan warna.
6. Dengarkan Bunyi Ketukan
Cara unik lainnya adalah dengan menguji suara pantulan logam. Cobalah mengetuk kedua logam tersebut dengan koin atau menjatuhkannya dengan hati-hati ke permukaan yang keras. Emas asli akan mengeluarkan bunyi dentingan yang nyaring, panjang, dan bernada tinggi. Kebalikannya, bunyi ketukan pada kuningan akan terdengar lebih pendek, berat, dan tumpul.
7. Uji Menggunakan Magnet Kuat
Secara alami, emas asli merupakan logam yang bersifat non-magnetik, artinya emas tidak akan bereaksi atau tertarik sama sekali jika didekatkan dengan magnet. Kuningan pada dasarnya juga tidak tertarik magnet, namun kuningan tiruan sering kali dicampur dengan logam ferromagnetik (seperti besi atau nikel) sehingga akan langsung menempel erat saat didekatkan ke magnet.
8. Perhatikan Struktur Fisik dalam Bentuk Perhiasan
Jika logam yang Anda beli berbentuk perhiasan seperti kalung, gelang, atau cincin, perhatikan detail sambungannya. Emas asli bersifat lunak sehingga pengerjaan detail dan sambungannya biasanya sangat rapi dan halus. Jika perhiasan terasa sangat kaku, keras, dan terdapat sisa cetakan yang kasar, ada kemungkinan besar logam tersebut adalah kuningan yang dilapisi.
9. Cek Harga Pasar yang Berlaku
Cara terakhir yang paling realistis adalah melihat dari segi harga. Emas memiliki standar harga komoditas global yang diperbarui setiap hari, sehingga harganya relatif mahal dan seragam di berbagai toko resmi. Jika ada pihak yang menawarkan “emas” dengan harga yang terlampau murah atau jauh di bawah harga pasar resmi, Anda patut mencurigainya sebagai kuningan atau logam palsu.
Demikian sembilan cara mudah membedakan emas asli dengan kuningan yang wajib Anda ketahui sebelum bertransaksi. Agar terhindar dari risiko kerugian akibat penipuan logam palsu, pastikan Anda selalu membeli emas batangan maupun perhiasan di toko emas atau butik logam mulia resmi yang terpercaya dan bersertifikat.









