Kemarau 2026 Lebih Kering, El Nino Berpotensi Bertahan hingga 2027, Ini Wilayah Terdampak
JAKARTA, Signalberita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat serta pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal.
BMKG menyebut sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki periode kemarau secara bertahap. Kondisi ini mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathan menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Sejumlah zona musim juga berpotensi mengalami musim kering yang lebih panjang dengan curah hujan berada di bawah rata-rata.
Selain faktor musim kemarau, BMKG juga memantau perkembangan fenomena El Nino yang diperkirakan mulai aktif dan dapat berlangsung hingga awal 2027. Fenomena iklim tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor di Indonesia.
El Nino diprediksi dapat memengaruhi ketersediaan air, sektor pertanian, produksi pangan, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah daerah dan masyarakat diminta melakukan langkah antisipasi, mulai dari penyesuaian pola tanam, penguatan cadangan air, hingga meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan kekeringan.
BMKG memperkirakan peluang El Nino kategori moderat mencapai 98 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pola cuaca Indonesia dalam beberapa bulan ke depan hingga memasuki tahun 2027.(*)










