KUALALUMPUR, Signalberita.com – Pasar keuangan Malaysia mencatat lonjakan arus modal asing yang signifikan sepanjang Agustus 2026. Dana asing yang masuk ke sektor obligasi pemerintah dan korporasi mencapai Rp68,6 triliun atau sekitar US$3,9 miliar.
Angka tersebut menjadi arus modal asing bulanan tertinggi sejak 2016, berdasarkan data Bank Negara Malaysia.
Lonjakan investasi mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Malaysia, terutama di tengah ekspansi industri pusat data yang di lakukan sejumlah perusahaan teknologi raksasa di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu faktor yang turut menjadi perhatian investor adalah rencana dan ekspansi pusat data perusahaan teknologi global seperti Oracle dan Amazon di kawasan tersebut.
Masuknya dana asing dalam jumlah besar ke pasar obligasi Malaysia memberikan tambahan permintaan terhadap aset-aset berdenominasi ringgit. Kondisi ini kemudian ikut menopang penguatan mata uang Malaysia.
Dalam periode sekitar satu bulan, ringgit menguat lebih dari 1 persen terhadap mata uang utama.
Arus modal tersebut menjadi sinyal meningkatnya minat investor asing terhadap pasar keuangan Malaysia. Selain memberikan dukungan terhadap nilai tukar, aliran dana asing juga berpotensi memperkuat posisi pasar obligasi Malaysia di tengah perkembangan investasi digital dan pusat data di Asia Tenggara.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa ekspansi infrastruktur teknologi, khususnya pusat data, semakin menjadi salah satu faktor yang di perhatikan investor dalam melihat prospek ekonomi dan pasar keuangan di kawasan Asia Tenggara.(*)


















