JAKARTA-Meningkatnya tantangan ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri dinilai perlu direspons dengan langkah antisipatif yang lebih kuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mencegah kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di sektor keuangan.
Konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana menilai kondisi ekonomi yang masih dibayangi perlambatan pertumbuhan, ketidakpastian global, melemahnya daya beli masyarakat, hingga tekanan pada sejumlah sektor usaha berpotensi memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran kredit.
Menurutnya, langkah mitigasi risiko harus dilakukan lebih awal agar potensi peningkatan kredit macet tidak berkembang menjadi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.
Elvi menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri jasa keuangan dalam memperkuat pengelolaan risiko kredit. Ia menilai kualitas penyaluran kredit perlu mendapat perhatian serius, terutama pada sektor-sektor ekonomi yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap perubahan kondisi pasar.
Selain memperketat pengawasan, Elvi juga mendorong penerapan kebijakan restrukturisasi kredit secara selektif. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi solusi bagi debitur yang mengalami kesulitan keuangan namun masih memiliki prospek usaha dan komitmen untuk menyelesaikan kewajibannya.
Ia menjelaskan bahwa restrukturisasi yang tepat sasaran tidak hanya membantu debitur mempertahankan kondisi keuangannya, tetapi juga dapat mengurangi risiko kerugian bagi lembaga keuangan.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dinilai semakin penting dalam memperkuat manajemen risiko kredit. Elvi menyarankan penggunaan sistem peringatan dini berbasis analisis data untuk mengidentifikasi potensi gagal bayar sejak tahap awal.
Dengan deteksi yang lebih cepat, lembaga keuangan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengambil langkah pencegahan sebelum kualitas kredit memburuk dan masuk ke kategori bermasalah.
Elvi meyakini kombinasi antara pengawasan kredit yang lebih ketat, implementasi restrukturisasi yang terarah, serta dukungan teknologi modern akan membantu menjaga ketahanan sektor keuangan nasional. Ia juga berharap OJK terus memperkuat koordinasi dengan perbankan dan perusahaan pembiayaan agar industri jasa keuangan tetap sehat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.(*)









