JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Pemerintah Arab Saudi melalui Mahkamah Agung Arab Saudi mengimbau umat Islam di seluruh wilayah kerajaan untuk memantau kemunculan hilal Syawal 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Maret 2026. Hasil pemantauan itu akan menjadi dasar penentuan Hari Raya Idul Fitri.
Seruan tersebut disampaikan Mahkamah Agung pada 16 Maret 2026. Otoritas meminta masyarakat yang berhasil melihat hilal, baik dengan mata telanjang maupun alat bantu optik, segera melaporkan temuan mereka ke pengadilan terdekat.
Laporan kesaksian itu akan dikumpulkan dan diverifikasi sebelum diambil keputusan resmi. Bagi warga yang tidak dapat datang langsung, laporan dapat disampaikan melalui lembaga atau otoritas setempat untuk diteruskan ke pengadilan.
Penentuan awal bulan Syawal bergantung pada hasil rukyatul hilal. Jika hilal terlihat pada malam 18 Maret, maka Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 19 Maret 2026. Sebaliknya, jika tidak terlihat, bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri kemungkinan dirayakan pada 20 Maret 2026.
Mahkamah Agung dijadwalkan mengumumkan hasil sidang penetapan awal Syawal pada malam hari setelah seluruh laporan pemantauan diterima dan ditelaah.(Tim)









