JAKARTA SB – Sistem sewa baterai (battery rental) dan tukar baterai (battery swap) selama ini menjadi salah satu solusi untuk menekan harga awal pembelian motor listrik. Namun, sebagian pengguna kini mulai beralih dari skema tersebut ke penggunaan baterai pribadi.
Abdulah, perwakilan Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, mengatakan bahwa fenomena tersebut memang terjadi, meski jumlahnya relatif kecil.
“Pengguna yang beralih dari baterai sewa atau tukar baterai ke baterai pribadi memang ada, tetapi tidak banyak. Dari sekitar 100 pengguna, mungkin hanya sekitar 15 persen,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (12/6/2026).
Menurut Abdulah, mayoritas konsumen yang sejak awal memilih sistem sewa atau tukar baterai merasa skema tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Mereka memilih sistem ini karena lebih praktis dan memberikan rasa tenang. Pengguna tidak perlu terlalu khawatir jika terjadi kerusakan atau gangguan pada baterai karena pengelolaannya menjadi tanggung jawab penyedia layanan,” katanya.
Sistem sewa dan tukar baterai sendiri dikembangkan untuk mengurangi biaya awal kepemilikan motor listrik. Selain harga kendaraan yang lebih terjangkau, pengguna juga tidak perlu memikirkan kondisi kesehatan baterai karena perawatan dan pengelolaannya umumnya ditangani oleh operator.
Pada sistem sewa baterai, konsumen membeli motor tanpa memiliki baterai secara penuh. Baterai disediakan oleh pabrikan atau penyedia layanan melalui skema berlangganan.
Sementara itu, pada sistem tukar baterai, pengguna tidak perlu mengisi ulang baterai di rumah. Ketika daya baterai habis, pengguna cukup menukarkan baterai yang digunakan dengan baterai lain yang sudah terisi penuh di stasiun penukaran. Dengan cara ini, motor dapat langsung digunakan kembali tanpa harus menunggu proses pengisian daya.(*)








