Jakarta Signaberita.com- Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren oleh pemerintah melalui Perpres Nomor 18 Tahun 2026 menjadi momentum penting transformasi pendidikan pesantren di Indonesia.
Dengan dukungan anggaran besar dan jumlah lembaga yang terus meningkat, pesantren di tuntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta, Mudhofir Abdullah, menilai pesantren saat ini berada di persimpangan antara mempertahankan tradisi dan menjawab tantangan modernitas.
Menurutnya, transformasi kurikulum, penguatan keterampilan abad ke-21, perlindungan santri, modernisasi tata kelola, hingga pemerataan kualitas pendidikan menjadi agenda mendesak.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Direktur jendral Pesantren tidak hanya di ukur dari besarnya anggaran, tetapi dari kemampuan menghadirkan mutu pendidikan yang relevan, adaptif, dan berdaya saing global.
Pesantren di harapkan mampu menjadi pusat peradaban yang memadukan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan inovasi. (*)









