JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Polisi mulai mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dua orang terduga pelaku telah teridentifikasi melalui rekaman kamera pengawas (CCTV).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan para pelaku beraksi menggunakan sepeda motor. Satu orang berperan sebagai pengendara, sementara pelaku lainnya di duga sebagai eksekutor.
“Pelaku yang di bonceng terlihat menyiramkan cairan ke arah korban di lokasi kejadian,” kata Iman, Rabu, 18 Maret 2026.
Polisi memastikan rekaman CCTV yang di gunakan dalam penyelidikan merupakan gambar asli dan bukan hasil manipulasi, termasuk teknologi kecerdasan buatan.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengantongi dua inisial pelaku, yakni GHC dan MAK. Namun, aparat menduga jumlah pelaku lebih dari dua orang.
“Tidak menutup kemungkinan pelaku lebih dari empat orang. Penyelidikan masih terus berlangsung,” ujar Iman.
Peristiwa penyiraman terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Andrie Yunus baru saja menyelesaikan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dada, dan mata. Berdasarkan keterangan KontraS, luka bakar yang di alami mencapai sekitar 24 persen.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menduga serangan ini berkaitan dengan aktivitas advokasi korban. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai ancaman terhadap para pembela hak asasi manusia.
KontraS mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku beserta motif di balik penyerangan itu.(Tim)









