SIGNALBERITA.COM – Belakangan ini Isu pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Kabar bahwa mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc tidak lagi di perbolehkan mengisi Pertalite mulai 1 Juni 2026.
Informasi tersebut menyebar luas melalui Facebook, TikTok, WhatsApp hingga forum otomotif nasional. Bahkan, muncul narasi bahwa sistem QR Code MyPertamina nantinya akan otomatis menolak kendaraan tertentu saat melakukan pengisian BBM subsidi di SPBU Pertamina.
Kondisi ini membuat banyak pemilik kendaraan mulai khawatir, terutama pengguna mobil keluarga populer seperti Toyota Veloz, Mitsubishi Xpander, hingga Honda HR-V.
Namun hingga saat ini, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan belum ada aturan resmi yang melarang mobil di atas 1.400 cc membeli Pertalite.
Area Manager Communication Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat terkait skema pembatasan BBM subsidi.
Artinya, masyarakat masih dapat membeli Pertalite seperti biasa sesuai aturan yang berlaku saat ini.
Meski begitu, pemerintah memang tengah menyiapkan sistem distribusi BBM subsidi yang lebih tepat sasaran melalui teknologi digital berbasis QR Code MyPertamina.
Sistem QR Code Mulai Di perketat
Pemerintah dan Pertamina kini terus memperluas penggunaan QR Code MyPertamina untuk mengontrol pembelian BBM subsidi di SPBU.
Melalui sistem tersebut, setiap kendaraan wajib terdaftar sebelum membeli Pertalite. Data kendaraan seperti nomor polisi, jenis kendaraan, hingga kapasitas mesin akan langsung terbaca saat QR Code di pindai petugas SPBU.
Jika nantinya aturan pembatasan resmi di berlakukan, kendaraan yang tidak memenuhi kriteria penerima subsidi berpotensi otomatis ditolak sistem.
Selain kapasitas mesin, pembelian Pertalite juga saat ini sudah di batasi maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi.
Mobil yang Di sebut Berpotensi Terdampak
Meski belum resmi berlaku, sejumlah mobil dengan mesin di atas 1.400 cc di sebut masuk pembahasan pembatasan penerima BBM subsidi.
Beberapa kendaraan yang ramai di sebut berpotensi terdampak antara lain:
Toyota Veloz
Mitsubishi Xpander
Hyundai Stargazer varian tertentu
Toyota Kijang Innova
Honda HR-V
Toyota Rush
Daihatsu Terios
Honda BR-V
Honda Civic
Toyota Camry
Honda CR-V
Hyundai Tucson
Namun daftar tersebut masih sebatas perkiraan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan dan belum menjadi keputusan final pemerintah.
Pemerintah Ingin Subsidi Lebih Tepat Sasaran
Pemerintah memiliki sejumlah alasan memperketat distribusi BBM subsidi, mulai dari menekan penyalahgunaan Pertalite oleh kendaraan kategori premium hingga mengurangi beban subsidi energi dalam APBN.
Selain itu, sistem digital QR Code juga di harapkan mampu mencegah penimbunan BBM dan memperkuat pengawasan distribusi di lapangan.
Sementara itu, mobil kategori LCGC seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio, Toyota Calya, dan Daihatsu Sigra diperkirakan masih aman menggunakan Pertalite jika aturan baru di terapkan.
Hingga kini, revisi aturan distribusi BBM subsidi masih di bahas pemerintah melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014.
Masyarakat pun di minta tidak panik dan menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kebijakan pembatasan Pertalite mulai Juni 2026.***









