JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Kabar gemari bagi Warga Negara Indonesia yang ingin menjadi petugas Haji pada musim haji tahun 2026. Saat ini Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali bersiap menjalankan tugas besar pada musim haji 2026.
Mereka menjadi garda terdepan yang memastikan seluruh proses pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah berjalan mulus—dari Tanah Air hingga Arab Saudi.
Tanggung jawab petugas haji bukan perkara administratif semata. Mereka mendampingi jemaah sepanjang perjalanan ibadah, memastikan kebutuhan terpenuhi dan kendala cepat tertangani. Karena itu, memahami struktur PPIH menjadi langkah awal bagi calon petugas sebelum masuk ke arena seleksi.
Lima Kategori Petugas Haji 2026
Merujuk informasi dari akun resmi Kementerian Haji dan Umrah RI, PPIH 2026 terbagi dalam lima kategori:
1. PPIH Pusat
Mengkoordinasikan seluruh penyelenggaraan haji di tingkat nasional, termasuk koordinasi lintas wilayah dan antar-instansi.
2. PPIH Arab Saudi
Berperan memastikan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan jemaah selama berada di Tanah Suci.
3. PPIH Embarkasi
Mengawal jemaah di asrama embarkasi maupun debarkasi, memastikan kelengkapan administrasi dan layanan pra–pasca keberangkatan.
4. PPIH Kloter
Petugas yang mendampingi jemaah dalam setiap kelompok terbang, sejak berangkat hingga pulang ke Indonesia.
5. Petugas Haji Daerah (PHD)
Mendukung tugas petugas kloter. Kuotanya di ambil dari jemaah haji reguler sesuai aturan berlaku.
Tahapan Rekrutmen PPIH 2026
Kemenhaj RI menetapkan jadwal rekrutmen sebagai berikut:
November 2025: Seleksi PPIH Arab Saudi dan PPIH Kloter
Desember 2025: Seleksi PPIH Arab Saudi tingkat pusat
Januari–Februari 2026: Diklat dan bimbingan teknis bagi petugas lulus seleksi
Seleksi dilakukan melalui sistem informasi terintegrasi dan meliputi tiga tahap: administrasi, tes kompetensi, dan wawancara. Calon petugas yang lolos di wajibkan mengikuti diklat dan bimtek guna memperkuat kompetensi teknis, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi dasar bahasa Arab.
Kemenhaj RI juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap informasi palsu terkait rekrutmen petugas haji yang kerap beredar di media sosial.***









