JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, di Jakarta, Minggu (21/6). Pertemuan tersebut membahas strategi penguatan pengelolaan aset negara serta langkah mempercepat reformasi perusahaan pelat merah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pembahasan mencakup upaya mempercepat penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih efisien dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Pemerintah juga mendorong Danantara untuk memperluas perannya dalam mendukung sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Menurut Teddy, proses konsolidasi BUMN terus berjalan. Dari sekitar 1.077 entitas yang tercatat, sebanyak 258 perusahaan dan anak usaha telah masuk dalam tahap penataan. Pemerintah saat ini menyiapkan ratusan entitas lainnya untuk menjalani proses serupa guna menyederhanakan struktur perusahaan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan.
Selain fokus pada restrukturisasi, pemerintah juga mendorong Danantara untuk berkontribusi pada pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif. Berbagai kegiatan seperti penyelenggaraan ajang olahraga internasional, konser musik, serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif dinilai berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru dan menarik investasi.
Teddy menjelaskan, pengelolaan aset yang lebih terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan negara sekaligus menekan biaya operasional yang selama ini menjadi beban pemerintah.
Pemerintah optimistis langkah konsolidasi dan optimalisasi aset melalui Danantara dapat memperkuat perekonomian nasional, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.(*)









