JAKARTA – Saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk mencuri perhatian pasar setelah melonjak 22,70% ke level Rp2.000 pada perdagangan Rabu (13/5/2026).
Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan pasar, saat Indeks Harga Saham Gabungan di tutup melemah 1,98% dan ratusan saham terkoreksi.
Dalam dua hari perdagangan terakhir, saham ELPI melesat lebih dari 50%. Sebelumnya, pada periode 4–11 Mei 2026, saham ini terus berada di zona merah.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai lonjakan ELPI di picu oleh masuknya Grup Barito milik taipan Prajogo Pangestu. PT Chandra Shipping International, perusahaan yang terafiliasi dengan grup tersebut, resmi mengakuisisi 57,5% saham PT Elpi Trans Cargo (ETC) dari ELPI pada 8 Mei 2026
CSIsendiri merupakan perusahaan asosiasi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang mayoritas sahamnya di kendalikan oleh Chandra Asri Pacific berkode saham TPIA.
Menurut BRIDS, transaksi tersebut di lakukan untuk memperkuat keberlangsungan bisnis ETC di sektor jasa offshore melalui sinergi dengan grup usaha besar.
Manajemen ELPI menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak mengganggu operasional perseroan. Aktivitas bisnis tetap berjalan normal meskipun ETC kini tidak lagi berada di bawah kendali langsung ELPI.
BRIDS menambahkan, respons positif pasar mencerminkan optimisme investor terhadap masuknya kekuatan bisnis Grup Prajogo Pangestu ke dalam ekosistem usaha anak perusahaan ELPI.(*)









