JAKARTA SB— Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), emiten milik Anthoni Salim, kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Phintraco Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy untuk saham INDF pada perdagangan Jumat (22/5/2026).
Broker tersebut menyarankan area masuk di kisaran Rp 6.700 dengan target harga Rp 7.000 hingga Rp 7.125. Sementara itu, batas stop loss berada di bawah Rp 6.550.
Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), saham INDF di tutup menguat 2,27% ke level Rp 6.750. Volume perdagangan mencapai 11,46 juta saham dengan nilai transaksi Rp 77,03 miliar. Meski menguat, saham INDF masih mencatat net sell asing sebesar Rp 17,43 miliar.
Sebelumnya, investor asing juga tercatat melakukan penjualan bersih secara beruntun sejak 8 Mei hingga 20 Mei 2026. Namun, dalam periode satu bulan terakhir, saham INDF masih membukukan net buy asing Rp 71,62 miliar, walaupun harga sahamnya terkoreksi 3,57%.
Dari sisi valuasi, saham INDF di nilai relatif murah. Rasio price to book value (PBV) tercatat hanya 0,77 kali atau masih di bawah 1 kali, sedangkan price earning ratio (PER) berada di level 5,43 kali (trailing twelve months).
Perseroan di jadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2026.
Pada tahun buku 2024, INDF membagikan dividen sebesar Rp 280 per saham atau total Rp 2,45 triliun, setara 28,45% dari laba bersih Rp 8,64 triliun.
Sementara itu, pada tahun buku 2025, laba bersih yang di atribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp 10,68 triliun atau setara Rp 1.217 per saham.
Jika perseroan mempertahankan rasio pembayaran dividen yang sama, maka potensi dividen tahun buku 2025 di perkirakan dapat mencapai sekitar Rp 346 per saham atau lebih dari Rp 3 triliun secara total.(*)









