KERINCI, SIGNALBERITA.COM — Warga Desa Benik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, terpaksa mengumpulkan iuran swadaya untuk memperbaiki jalan desa yang rusak parah. Langkah itu di ambil lantaran kerusakan jalan tak kunjung di tangani pemerintah desa.
Jalan utama desa yang menjadi akses ke permukiman, lahan pertanian, sekolah, dan pusat aktivitas ekonomi warga, di laporkan sudah lama berlubang dan sulit di lalui. Saat musim hujan, jalan berubah licin dan tergenang air, sementara pada musim kemarau debu tebal mengganggu jarak pandang dan kesehatan warga.
“Sudah sering warga jatuh, kendaraan rusak, bahkan anak-anak sekolah kesulitan melintas. Tapi tidak ada perhatian serius,” kata seorang warga yang meminta namanya di rahasiakan, Jumat.
Karena kondisi tak kunjung membaik, warga akhirnya sepakat mengumpulkan dana secara sukarela. Material sederhana seperti batu dan pasir di beli, lalu perbaikan di lakukan secara gotong royong. Namun, upaya itu hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan persoalan mendasar.
Sejumlah warga menyayangkan sikap pemerintah desa yang di nilai abai. Mereka mempertanyakan pemanfaatan dana desa yang setiap tahun di kucurkan pemerintah pusat. “Dana desa ada, tapi jalan ini seperti di biarkan. Kami terpaksa patungan karena tidak mungkin terus menunggu,” ujar warga lainnya.
Warga mendesak pemerintah kecamatan dan Kabupaten Kerinci turun tangan meninjau langsung kondisi jalan tersebut. Mereka juga meminta transparansi penggunaan anggaran desa serta penetapan prioritas pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Hingga berita ini di turunkan, Kepala Desa Benik belum memberikan keterangan meski telah di upayakan konfirmasi.(Tim)









