MUAROJAMBI, Signalberita.com – Pada tahun 2026 ini, untuk akses jembatan di Air Hitam Kebon IX yang sering di keluhkan masyarakat akan segera di bangun. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah menyiapkan Anggaran Rp3,67 miliar.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Muaro Jambi telah mengalokasikan anggaran pembangunan yang bersumber dari APBD Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026.
Tahapan Tender
Saat ini untuk Proses tender bahkan sudah memasuki tahap sanggah. Setelah seluruh tahapan pemilihan penyedia selesai, pemerintah akan melanjutkan dengan persiapan dan penandatanganan kontrak sebelum pekerjaan fisik di mulai.
Artinya, pembangunan Jembatan Air Hitam bukan lagi sekadar wacana. Proyek tersebut telah masuk proses resmi dan kini tinggal menunggu penyelesaian tahapan pengadaan hingga pekerjaan dapat di realisasikan di lapangan.
Di tengah menunggu pembangunan permanen, Pemkab Muaro Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko saat menggunakan jembatan tersebut.
Kendaraan yang di nilai tidak memungkinkan untuk melintas, khususnya kendaraan dengan beban berat, di minta tidak memaksakan diri.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan melintas apabila kondisi tidak memungkinkan, terutama kendaraan dengan beban berat. Pembangunan permanen sudah masuk proses dan kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan dengan lancar,” demikian di sampaikan pihak Dinas PUPR.
Pemerintah menegaskan pembatasan kendaraan yang diberlakukan bukan untuk menghambat aktivitas masyarakat, melainkan sebagai langkah mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menjaga kondisi jembatan agar tetap dapat di gunakan selama menunggu pembangunan baru.
Masyarakat juga di minta ikut mengawasi kondisi jembatan. Jika di temukan kerusakan yang semakin parah atau bagian jembatan yang di nilai membahayakan, informasi dapat segera di sampaikan kepada pemerintah desa maupun pihak terkait.
Dengan anggaran Rp3,67 miliar, pembangunan jembatan permanen ini di harapkan mampu mengakhiri persoalan akses yang selama ini di khawatirkan masyarakat.
Kini, yang di tunggu bukan lagi kepastian apakah Jembatan Air Hitam akan di bangun, melainkan kapan seluruh tahapan pengadaan selesai dan alat berat mulai bekerja di lokasi.
“Sambil menunggu pekerjaan fisik di mulai, masyarakat di minta bersabar, tidak memaksakan kendaraan melintas, dan mengutamakan keselamatan,”imbaunya.(Tim)




















