SIGNALBERITA.COM – Pasangan suami Istri di Wonosobo, membuat nama anaknya Muhammad MBG Subianto. Nama tersebut terinspirasi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di gagas Presiden Prabowo Subianto.
Bayi itu merupakan putra ketiga pasangan Ambon Yassin dan Yuharni, warga Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran. Ia lahir secara normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat (10/7/2026) malam dengan berat badan 3,36 kilogram dan panjang 50 sentimeter.
Yuharni mengatakan, pemberian nama tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ungkapan terima kasih karena Program MBG telah memberikan manfaat bagi keluarganya.
“Nama Subianto saya ambil sebagai bentuk terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo atas Program Makan Bergizi Gratis yang sudah memberikan manfaat bagi keluarga kami,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Sejak Agustus 2025, Yuharni bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai petugas pencuci wadah makanan atau ompreng. Menurutnya, pekerjaan tersebut membuka peluang kerja sekaligus membantu meningkatkan penghasilan keluarga.
Sebelumnya, ia bekerja sebagai buruh di pabrik pengolahan kayu. Namun, ia memilih bergabung di SPPG karena lokasi kerjanya lebih dekat dengan rumah sehingga lebih mudah membagi waktu bersama keluarga.
Nama sang bayi telah di sepakati bersama suaminya sebelum kelahiran. Mereka memilih nama depan Muhammad, kemudian menyisipkan singkatan MBG sebagai simbol program yang mengubah kehidupan keluarga mereka, lalu menambahkan nama Subianto di bagian belakang.
Yuharni juga mengaku mengalami pengalaman yang tidak biasa selama kehamilan. Ia baru mengetahui dirinya mengandung saat usia kandungan memasuki sekitar tujuh bulan karena tidak merasakan gejala kehamilan seperti pada umumnya.
Nama unik tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian mengapresiasi, sementara sebagian lainnya mempertanyakan keputusan keluarga tersebut.
Meski demikian, Yuharni mengaku memilih fokus pada dukungan yang di terimanya. Di lingkungan tempat tinggalnya, bayi itu bahkan sudah akrab di panggil “MBG” oleh anak-anak sekitar rumah setiap kali mereka pulang mengaji.
Saat ini keluarga tengah mengurus administrasi akta kelahiran sang bayi. Sementara acara syukuran sekaligus aqiqah direncanakan digelar ketika usia bayi genap tujuh hari.(*)










