KERINCI, SB – Tiga nama Pejabat eselon II yang diusulkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), kabupaten Kerinci lalu, yakni Tema Wisman, Asraf dan Zainal Efendi, dianggap sudah layak menjadi Pejabat Bupati Kerinci, untuk menggantikan posisi Adirozal.
Sejumlah Tokoh dan akademisi dikabupaten Kerinci, menyebutkan bahwa nama yang diusulkan DPRD kabupaten Kerinci pada 5 Oktober lalu sudah layak memimpin PJ Bupati Kerinci.
Seperti Tokoh Kerinci, Candra Purnama mengatakan bahwa kewenangan mengusulkan nama-nama PJ Bupati sesuai dgn Permendagri No 4 Tahun 2023 adalah, Mendagri, Gubernur dan DPRD. Sedangkan yang menetapkan adalah Presiden melalui Mendagri RI.
“Masyarakat bisa saja mengusulkan, tapi harus melalui DPRD. Masalah diterima atau tidak Itu adalah kewenangan DPRD,”jelasnya.
Dia menyampaikan Berdasarkan informasi yang dibaca melalui media, bahwa DPRD Kerinci sudah mengusulkan 3 nama kepada Gubernur sesuai dengan syarat Jabatan dan Kepangkatan ( 2 ASN Prov Jambi dan 1 ASN Kab Krc ).
“Yang jelas, ketiga nama yang diusulkan telah memenuhi syarat formal yg diatur di dalam Peraturan Perundangan,”tambahnya.
Dirinya juga menyampaikan Persoalan adanya penolakan dan mengusulkan nama lain dari beberapa tokoh masyarakat Kerinci, hal biasa dalam berdemokrasi. “Mengenai ketiga nama yg sudah diusulkan oleh DPRD tersebut, tentu sudah mempertimbangkan segala aspek secara komprehensif,”tuturnya.
Namun, dirinya menilai bahwa Tiga Nama yang diusulkan oleh DPRD kabupaten Kerinci tersebut, sudah layak menjadi PJ Bupati Kerinci. “Ketiganya layak, karena mereka pejabat eselon 2 a, sudah lamo berdinas dalam berbagai Jabatan dan sudah pengalaman di bidang pemerintahan,”ucapnya.
Sedangkan Bukhari Mualim dosen Ilmu Politik STIA Nusa Sungai Penuh – Kerinci menyampaikan bahwa teori yang dikembangkan oleh John Burton yang merupakan seorang pakar konflik yang mengembangkan pendekatan konflik manusia ke konflik politik.
Pendekatan ini menekankan pentingnya memahami akar-akar konflik dan berusaha mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan melalui dialog dan negosiasi. Dialog dan negosiasi secara efektifnya itu dilakukan oleh orang yang berasal dalam organisasi itu sendiri yang lebih mengenal dan paham nilai-nilai yang berlaku.
Saat ditanya mengenai calon Pj Bupati, Bukhari Mualim menginginkan yang menjadi Pj Bupati Kerinci adalah Putra Daerah Kabupaten Kerinci.
Pebi Julianto dosen Ilmu Manajemen IAIN Kerinci mengemukakan teori yang disampaikan tentang pemimpin ideal dalam suatu konflik adalah Kenneth W. Thomas. Ia dikenal dengan konsepnya tentang “Conflict Management Styles” (Gaya Pengelolaan Konflik) yang mengidentifikasi berbagai pendekatan yang pemimpin atau individu dapat gunakan dalam mengatasi konflik. Salah satu bentuk gaya pengelolaan konflik adalah Gaya Kepemimpinan Kolaboratif (Collaborating): Dalam situasi ini, pemimpin bekerja sama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk mencari solusi yang memuaskan semua pihak. Gaya ini dianggap sebagai pendekatan ideal dalam menangani konflik, karena berfokus pada menciptakan kemenangan bersama.
Ia menambahkan “Untuk Pj Bupati Kerinci, masyarakat Kerinci lebih cenderung terbuka dengan pemimpin yang berasal dari suku Kerinci. Artinya yang cocok menggunakan gaya kepemimpinan kolaboratif yang di kemukakan oleh Kenneth W. Thomas adalah anak jantan dari daerah kerinci.
Untuk diketahui Tiga Nama PJ Bupati Kerinci, yang diusulkan DPRD Kerinci, Tema Wisman, yang saat ini menjabat Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Asraf saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jambi, dan Zainal Efendi saat ini masih menjabat Sekda Kerinci.(Fra)










